Berita UtamaKesehatan

Antusiasme Pendonor Menurun, Persediaan Darah PMI Wonosobo Menipis

WONOSOBO, detakjateng.com – Antusiasme masyarakat di Kabupaten Wonosobo untuk berdonor darah saat pandemi Covid-19 semakin menurun. Kondisi itu menyebabkan persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo menipis.

“Persediaan darah di PMI Wonosobo kian menipis, seiring semakin berkurangnya antusiasme pendonor untuk menyumbangkan darahnya,” ujar salah satu petugas administrasi PMI Wonosobo, Umi kepada detakjateng.com, Senin (24/8/2020).

Menurut dia, jika sebelumnya rata-rata 600 hingga 700 kantong darah per bulan, sejak Bulan Mei 2020, persediaan darah PMI hanya berada di kisaran 300 hingga 400 kantong setiap bulannya. Penurunan jumlah pendonor sebetulnya sudah terjadi mulai Bulan Maret 2020, namun masih terhitung mencukupi kebutuhan darah.

“Mulai turun drastis pada Mei lalu, dimana stok darah PMI hanya mencapai 366 kantong, dari sebelumnya minimal 600 kantong setiap bulannya,” jelasnya.

Pihak PMI Wonosobo telah berupaya menyosialisasikan kondisi tersebut melalui para pendonor rutin, namun memang rata-rata mereka merasa khawatir kalau harus berdonor di masa-masa rawan virus Corona. Per tanggal 21 Agustus 2020, stok darah di PMI disebutnya hanya ada 11 kantong, dengan rincian Golongan A enam kantong, golongan B satu kantong, golongan O tiga kantong dan golongan AB satu kantong.

“Para pasien yang membutuhkan transfusi darah saat ini harus membawa keluarga sebagai donor pengganti karena memang persediaan kami tidak mencukupi,” tuturnya.

Ia berharap situasi tidak kondusif itu bisa segera membaik dengan peningkatan jumlah pendonor aktif. Donor darah di PMI Wonosobo ditegaskannya aman karena ruangan senantiasa disterilkan dan petugas juga menerapkan protokol kesehatan ketat.

Keamanan donor darah di PMI juga diakui salah satu warga pendonor rutin, Agus Purnomo (62). Dihubungi melalui sambungan telpon, Agus mengaku ia tetap rutin donor darah sesuai jadwal, yaitu sekali dalam 2,5 bulan.

“Dengan rutin berdonor darah ini saya justru merasa semakin terjaga kesehatannya dan lebih fit,” terang Agus.

Karena itulah ia mengaku turut mengajak rekan-rekan maupun warga masyarakat umum untuk bersedia menyumbang darah  demi membantu para pasien yang membutuhkan. Setetes darah, menurut Agus sangat berarti bagi kehidupan, sehingga sudah sewajarnya apabila di masa-masa pandemi Covid-19 dimana kebutuhan akan darah tetap tinggi, solidaritas terhadap sesama melalui sekantong darah ditingkatkan. (Muhammad Abdul Rohman/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 2 =

Back to top button