Berita UtamaWisata Dan Kuliner

Kali Anget, Pesona Mata Air yang Tersembunyi di Purbalingga

PURBALINGGA, detakjateng.com – Kurang lebih 15 tahun yang lalu, penduduk di Dusun Sipentul, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga menemukan sumber mata air hangat yang tersembunyi di dalam hutan tepatnya di perbatasan kota antara Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara. Sumber mata air hangat yang jauh dari pemukiman warga kemudian dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengobati penyakit kulit.

Barang siapa yang mandi di kolam air hangat dan memiliki riwayat penyakit kulit seperti gatal-gatal dan lainnya dipercaya dapat sembuh. Hingga kemudian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunung Wuled ini terinspirasi untuk membuat kolam air hangat yang sumbernya keluar di antara belahan batu besar.

Ketua Pokdarwis Desa Gunung Wuled, Dirin Prayoga (Dirin) mengatakan pada tahun 2017, Desa Gunung Wuled ditetapkan sebagai desa wisata. Selanjutnya, pokdarwis yang ada berencana untuk membuat konsep bagaimana supaya air hangat yang ada bisa dinikmati oleh wisatawan.

“Makanya kita membuat sebuah kolam, tadinya ada di bawah yang dekat pemukiman warga yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari pemukiman dan waktu tempuh perjalanan sekitar 5 menit,” kata Dirin saat ditemui detakjateng.com di Kolam Air Anget (hangat, Red) Dusun Sipentul, Minggu (16/8).

Namun sayangnya, setelah mata air disalurkan ke kolam yang ada di bawah tidak lagi hangat dan menjadi air biasa. Kemudian pembuatan kolam pun dibatalkan dan pokdarwis kembali membuat kolam di atas dekat dengan sumber mata air hangat yang kurang lebih berjarak 50-60 meter dari sumber mata air.

“Alhamdulillah selesai pembangunan kolam, hanya saja ada kekurangan pada beberapa fasilitas yang seharusnya sesuai standar seperti penggunaan pipa, sementara kita masih pakai pipa yang biasa,” ujarnya.

Kolam air anget yang ada ini rencananya akan dikembangkan menunggu bantuan anggaran dari pemerintah. Menurutnya, di tahun depan (2021, Red) akan ada bantuan keuangan (bankeu) dari Gubernur Jawa Tengah senilai Rp 100 juta.

“Bantuan senilai Rp 100 juta termasuk untuk perbaikan juga perencanaan pengembangan objek-objek wisata yang ada di Desa Wisata Gunung Wuled,” terang Dirin.

Rencananya ke depan, pokdarwis Desa Gunung Wuled untuk akses jalan butuh pelebaran pada akses jalan menuju Kali Anget. Sedangkan dari loket masuk hingga Kali Anget sendiri rencananya tetap dengan jalan makadam tidak diaspal.

“Untuk jalannya kita memang mau bikin paket wisata off road jadi sementara jalannya tetap begitu tanah dan berbatu dan rencana ke depan akan ada fasilitasi kendaraan jeep yang nantinya bisa kita jual untuk paket wisatanya,” tuturnya.

Dirin menjelaskan objek wisata Kali Anget di Dusun Sipentul dibuka kembali untuk wisatawan pada 7 Agustus 2020 yang lalu. Jumlah pengunjung yang datang memang tidak sebanyak sebelum pandemi covid-19 melanda.

“Setiap hari sabtu dan minggu selalu ada wisatawan yang datang, kalau dulu masih normal sebelum covid estimasi per minggunya dapat 200 sampai 300 pengunjung tapi semenjak covid paling 10 – 15 pengunjung,” ungkap Dirin.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang melakukan survey langsung ke Kali Anget sekaligus Piknik Nang Purbalingga kegiatan yang digagas oleh Jong Purbalingga mengapresiasi pokdarwis yang ada di Desa Wisata Gunung Wuled. Bupati Tiwi mendorong agar potensi air panas yang ada di Dusun Sipentul bisa dikembangkan karena potensinya yang luar biasa.

“Kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berupaya agar sektor pariwisata bisa bergeliat kembali secara bertahap setelah terdampak akibat pandemi covid-19,” kata Bupati Tiwi.

Bupati menuturkan medan menuju Dusun Sipentul khususnya Kali Anget cukup terjal dan menantang hanya bisa dilewati dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan jeep. Bupati berpesan agar bagaimana nanti ke depan wisata Kali Anget bisa dikonsepkan secara matang dan secara perlahan pariwisata khususnya di Desa Wisata Gunung Wuled bisa kembali bergeliat lagi.

“Mudah-mudahan potensi pariwisata Desa Gunung Wuled bisa terus kita kembangkan dan akan menjadi icon kebanggaan pariwisata yang ada di Purbalingga,” harapnya. (Lilian Kiki Triwulan/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + eighteen =

Back to top button