Pendidikan Dan Budaya

Keluarga Besar Ketep Pass Gelar Ritual Mengenang 10 Tahun Erupsi Merapi

MAGELANG, detakjateng –  Mengenang 10 tahun erupsi Gunung Merapi, pengelola obyek wisata Ketep Pass, menggelar ritual yang melibatkan seniman setempat. Kegiatan ini sekaligus memperingati HUT ke 18 Obyek wisata Ketep Pass yang berada di Kecamatan Sawangan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang.

Acara yang berlangsung di halaman Ketep Pass, Senin (26/10/2020) ini juga diikuti segenap karyawan yang mengenakan pakaian adat Jawa.

Seniman Agus Merapi dan Kikis membuat ritual mengenang erupsi Merapi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena melalui Merapi dan alam sekitarnya, masyarakat banyak mendapatkan berkah.

Mul Budi Santoso, Direktur BPOW Ketep Pass mengatakan, kegiatan ini juga untuk memperingati HUT ke 18 Ketep Pass yang jatuh pada 22 Oktober lalu. “Dulu Ketep Pass di resmikan oleh presiden Megawati Sukarnoputri,” paparnya.

Kita juga mengenang erupsi Merapi pada 26 Oktober 10 tahun lalu. Saat itu, banyak penduduk yang mengungsi dari lereng Merapi. “Kita wajib mengenang peristiwa itu, karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Sebagai warga kita harus selalu menjaga alam, karena kalau alam kita jaga, maka sebaliknya alam akan menjaga kita,” katanya.

Sementara itu, Ketep Pass berada di lereng Merapi dan menawarkan kegagahan gunung Merapi dan Merbabu yang ada di dekatnya. Selain itu, dari Ketep Pass juga bisa melihat gunung sumbing dan Sindoro.

Iapun berharap, ke depan segenap direksi dan manajemen Ketep Pass akan melangkah lebih profesional. Menjadi destinasi budaya dan berdaya saing. “Kita berharap menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Magelang,” katanya.

Dikatakan oleh pria yang akrab di sapa Bodrek ini, pihaknya dan segenap keluarga besar Ketep Pass, optimis tahun depan obyek wisata yang ada di sawangan ini akan ada atmosfir dan  spirit baru. “Ketep Pass Reborn, lahir kembali dan berdaya saing,” tegasnya.

Ketep selain ada edukasi terkait gunung Merapi, juga akan sering mementaskan budaya masyarakat lokal. Budaya itu nantinya akan di suguhkan kepada wisatawan yang berkunjung, menjadi atraksi yang menarik.

Iapun berharap, masyarakat Magelang bangga dengan obyek wisata ini. “Masyarakat Magelang harus bangga karena punya Ketep Pass, sehingga bisa bersama-sama memasarkan sebagai destinasi  wisata yang sehat untuk wisatawan,” imbuhnya.

Rangkaian acara ini ditutup dengan acara pagelaran wayang kulit, Senin malam sesuai protokol kesehatan, dengan dalang Ki Bayu Setiawan dengan lakon Pandowo Kumpul. Kegiatan yang digelar ini bekerjasama dengan  Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kominfo Kabupaten Magelang. (watie/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =

Back to top button