Kesehatan

Pengelola Pesantren Batasi Akses Keluar Masuk Santri dan Wali Santri

TEMANGGUNG detakjateng.com- Sejumlah pengelola pondok pesantren di Kabupaten Temanggung melakukan upaya pembatasan akses keluar masuk bagi para santri dan juga bagi wali santri yang berkunjung. Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus corona di lingkungan pondok pesantren.


Pengasuh Pondok Pesantren Karang Santri, Kecamatan Kedu, Gus Nurul Yaqin mengungkapkan, di pesantren yang diasuhnya, saat ini ada pembatasan akses keluar masuk bagi santri dan juga bagi wali santri. “Pengaturan dibuat tidak sebebas kondisi sebelumnya, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya Senin (12/10/2020).


Dia menjelaskan, pihaknya berupaya mengikuti prosedur yang diatur pemerintah. Selain itu juga menjadi ikhtiar pengelola pondok pesantren agar warga pesantren tetap sehat dan terhindar dari Covid-19. “Berbagai upaya dilakukan, seperti halnya mengurangi atau membatasi akses bagi wali santri yang masuk. Termasuk bagi santri, tidak sebebas dulu,” jelasnya.


Diungkapkan, meskipun di pondok pesantren pergaulan sehari-harinya bersifat komunal, artinya ada interaksi kebersamaan dalam beraktivitas, namun pihaknya optimis lingkungan pesantrennya aman. Karena, di pesantrennya santri tidak diperbolehkan keluar masuk dengan leluasa. Selain itu, ada tambahan suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh, serta penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan. 


“Walaupun komunal tapi anak-anak itu kan tidak keluar dan tidak bertemu dengan orang luar, jadi insya Allah lebih aman. Kita juga ada tambahan vitamin dan lain sebagainya, sebagai salah satu ikhtiar kita. Apalagi anak-anak itu kan diumur-umur imunitas bagus, justru yang harus berhati-hati adalah para kiainya yang sudah berumur dan punya penyakit bawaan,” terang dia.     


Sementara itu, Sekretaris 2 Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono menuturkan, pondok pesantren di Kabupaten Temanggung selama ini patuh terhadap protokol Covid-19. Bahkan, sangat terbuka dengan Satgas Covid-19, selalu ada komunikasi baik dari para pengasuh pondok sehingga pengawasan lebih mudah. 


Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan ke sejumlah pondok pesantren. Mereka sangat terbuka, sangat responsif, semua sudah menerapkan protokol kesehatan. “Salah satunya pengecekkan di Pesantren Darul Atsar Salamsari Kedu, di mana kita lakukan asistensi di sana. Pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Bupati dan Surat Edaran dari Kementerian Agama RI,” ujarnya (Muhammad Abdul Rohman/AN)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + thirteen =

Back to top button