Kesehatan

Rawan Penularan Covid-19, Perkampungan Kauman Disemprot Disinfektan


TEMANGGUNG, detakjateng.com- Perkampungan padat penduduk di Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung disemprot cairan disinfektan, Kamis (1/10/2020). Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung berupaya menerjunkan petugas Palang Merah Indonesia (PMI), guna melakukan sterilisasi wilayah rawan penularan Covid-19. 


Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengungkapkan, hal ini sebagai tindak lanjut dari adanya penemuan klaster kondangan dari kampung Coyudan dan Situk. Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh di jalan-jalan kampung, hingga rumah ibadah yang ada di kampung tersebut.


Bupati terjun langsung untuk meninjau penyemprotan dan tampak melakukan diskusi dengan sejumlah warga. Masyarakat diimbau tetap menaati protokol kesehatan, tenang tapi tidak menyepelekan.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei menuturkan, penyemprotan telah dilakukan secara menyeluruh sejak pagi hari hingga sore hari. Dengan penyemprotan disinfektan ini, diharapkan bisa meminimalisir risiko penularan.


“Kami imbau masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan agar bisa meminimalkan penularan, pakai masker, cuci tangan dan apabila tidak perlu sekali jangan keluar rumah,” katanya Kamis (1/10/2020).


Senada, Lurah Kauman Parakan Bambang Sumardiyanto menambahkan, Kelurahan Parakan Kauman ini terdiri dari 16 RW. Dari 16 RW ini kasus Covid-19 menyebar di 9 RW dan yang paling banyak di RW 13 yakni di lingkungan Coyudan. Dari klaster kondangan saat ini ada 30 orang yang positif.


Memang diakuinya, diawal ditemukannya kasus Covid-19 di Kelurahan Parakan Kauman ini memang sempat membuat warga merasa ketakutan. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat, saat ini masyarakat sudah mulai mengerti dan memahami. 


“Paling banyak memang dari klaster kondangan itu, warga yang ikut kondangan ya paling banyak di Coyudan. Ketakutan pasti ada, harapan kami perekonomian tetap berjalan protokol kesehatan juga wajib dilakukan. Secara psikologis kami sudah memberikan pengertian kepada warga untuk tetap tenang tapi taat protokol kesehatan,” tuturnya.


Ditegaskan, juga mulai saat ini hingga menunggu situasi kondusif masyarakat Kelurahan Parakan Kauman diminta untuk tidak menyelenggarakan acara yang bisa menimbulkan kerumunan banyak orang. Baik kegiatan keagamaan, mantenan, pertemuan keluarga dan lain sebagainya.
(Muhammad Abdul Rohman/AN)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − nine =

Back to top button