Pendidikan Dan Budaya

14 Kabupaten Termiskin di Jateng Menjadi Sasaran Inopak Kembangkan IKM

UNGARAN, detakjateng- Inopak Institute menargetkan 14 Kabupaten termiskin di Jateng menjadi perhatian serius dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM).

Hal ini disampaikan Ketua JARI (Jejaring Alumni Jerman dan Returnee Indonesia) Jawa tengah Indra Setiawardana saat menjadi narasumber Kick Off Seminar dan Gathering 2020 di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (5/11/2020).  Inopak Institute sendiri berisikan alumni Jerman tergabung dalam JARI. 

Tampak pula dalam kegiatan yang diprakasai Inopak Institute, JARI Jawa Tengah itu Ketua Inopak Alvin mufreni, Tim Khusus Gub Jateng Warsito Ellwein dan Ketua Koordinator Program PMD GIZ Indonesia Makhdonal Anwar. 

Indra Setiawardana menjelaskan, sasaran terdekat Inopak Institute dapat memperkenalkan kepada para dinas yanhafa di Jawa Tengah bahwa alumini Jerman bergerak di banyak bidang.

“Diantaranya bidang teknologi pangan, ada juga nanti bagian ekspor, pengembangan di herbal, pengambangan SDM yang sering terlupakan untuk IKM, ada juga kerajinan industri non pangan.
Bahkan tahun depan handicraft, kerajinan, ukiran kayu dan semacamnya,” sebut Indra.

Dengan menggandeng diluar alumni, nantinya pihak perbankan, rutail, juga dilibatkan dalam memperhatikan dengan serius pengembangan IKM, khususnya di 14 Kabupaten di Jateng. 

“Tahun depan setelah closing akhir tahun 2021 akan langsung lakukan temu bisnis dan bisa langsung transaksi untuk para IKM yang naik kelas untuk akses perbankan dan modern,” imbuhnya.

Ia pun menyebutkan, standar IKM yang bisa diupayakan adalah IKM naik kelas minimal sudah punya izin PIRT, IKM jalan minimal satu tahun, bukan yang baru merilis usaha. “Karena itulah disebutkan naik kelas dan sudah tahu mengenai pasar, produksi,” sebutnya. 

Selanjutnya, tambah Indra, diperbaiki kemasannya dan bila ada potensi dibantu untuk ekspor.
Harapannya dari kegiatan ini, Pemda paham dengan kegiatan dilakukan dengan inovasi.
Karena berbeda dengan sistem inopak yang biasa dilakukan dinas.

“Artinya, sistem pelatihan Inopak tidak hanya yang selesai seminggu lupa tapi ini sistem pendampingan 2 bulan pertama secara offline langsung, Kemudian dilanjutkan 12 bulan secara offline. Bahwa kita punya target pengembangan IKM hingga tahun 2022 minimal 350 IKM yang berpotensi dikembangan,” pungkasnya (Cattleya-Tie).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + sixteen =

Back to top button