Peristiwa

Dalam Dua Tahun, 18 Warga Pemalang Meninggal Tersengat Tawon Vespa

PEMALANG, detakjateng – Sarang Tawon Vespa Affinis jadi momok bagi warga Kabupaten Pemalang. Sepanjang tahun 2020 (Hingga Awal November), tercatat delapan warga Kabupaten Pemalang meninggal tersengat tawon beracun itu.

Hal itu diungkapkan Koordinator Lapangan, Unit Pemadam Kebaran, Satpol PP Pemalang, Son Haji. Ia mengatakan tawon vespa sangat beracun.”Sepengetahuan saya, kalau disengat 10 tawon masih bisa bertahan. Tapi kalau lebih dari 20 tawon sudah berbahaya,” katanya di kantornya, Rabu (4/11/2020)
pagi.

Ia menambahkan pada tahun lalu, 2019, ada 10 orang yang meninggal karena sengatan tawon vespa. Jadi, dalam dua tahun ada 18 warga Pemalang meninggal karena tawon.

Baca Juga

Jumlah laporan kemunculan sarang tawon pun hampir setiap hari ada. Sejak Januari hingga awal November 2020, pihaknya sudah menangani 210 sarang tawon vespa.

Ada tiga kecamatan dengan kasus sarang tawon vespa tertinggi yaitu kecamatan Taman, kecamatan Petarukan dan kecamatan Pemalang. Setiap kali pemusnahan, pihaknya menurunkan satu tim yang terdiri atas lima orang.

“Semua kami musnahkan dengan dibakar, tapi caranya masing-masing. Pertama jika lokasi sarang rawan terbakar, maka petugas akan menyemprot obat antiserangga hingga tawon mati, lalu dibakar di tanah,” jelasnya.

Cara kedua, jika lokasi sarang tawon aman dari potensj kebakaran, pihaknya langsung membakar di tempat. “Masuk musim hujan biasanya tawon vespa mulai berkembang biak, karena itu kami siaga,” jelasnya.

Tulus, warga kecamatan Pemalang, merupakan salah satu warga yang melaporkan sarang tawon vespas. Lokasi tawon vespa bersarang di belakang rumahnya. “Baru ketahuan pas sudah besar, ngeri juga,” katanya. (Indra Priyo/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + thirteen =

Back to top button