Pendidikan Dan Budaya

Bupati Batang Minta Kemenag Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Madrasah Ibtidayah

BATANG, detakjatang – Mengetahui sejumlah sekolah Madrasah Ibtidayah (MI) , Bupati Batang Wihaji bakal panggil  kepala kantor  Kementerian Agama. Ia akan meminta pembelajaran tatap muka di MI bisa dihentikan.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Batang belum mengeluarkan izin sekolah tatap muka karena tinggi pandemi covid-19. Hal itu sesuai intruksi gubernur Jateng baik diwilayah Kemendikbud maupun Kemenag. 

“Oleh karena itu akan kita panggil kepala Kantor Kemenag nya,” kata Wihaji, saat pengukuhan jabatan kepala sekolah di Aula kanyor Bupati setempat, Rabu (23/12/2020).

Ia pun mempersilahkan sekolah non formal untuk membuka belajar tatap muka seperti Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan pondok pesantren. Tetapi, meski boleh harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Saya pastikan setelah ini harus dihentikan sekolah formal untuk belajar tatap muka. Semangat belajar tatap muka oke, tapi kondisi nyata Batang masih masuk zona merah dengan resiko tinggi dan prasarat protokol kesehatan belum maksimal,” ucapnya.

Pernyataan itu karena Kabupaten Batang masuk peringkat satu kasus Covid-19 se Jawa Tengah, kedua, Solo, ketiga Karanganyar, keempat Sragen. Dalam setiap harinya tercatat minimal 40 orang terpapar virus korona, sehingga Batang ditetapkan masuk dalam zona merah dengan resiko tinggi.  Dijelaskan juga, angka kasus per hari Rabu ini tercacat jumlahnya sudah mencapai sebanyak 2.008 orang positif, dirawat di rumah sakit 68 orang, 379 orang isolasi mandiri, sembuh 1.468 orang dan meninggal dunia 93 orang. (Indra Priyo/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =

Back to top button