Berita UtamaPendidikan Dan Budaya

Kualitas Dosen dan Guru Militer Akmil Wajib Ditingkatkan

MAGELANG, detakjateng – Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI I Gde Agit Thomas mengatakan,  sebagai bagian dari sepuluh komponen pendidikan utama,  para tenaga pendidik memiliki peran penting dalam ikut meningkatkan kualitas hasil didik di lembaga terhormat ini.

Mereka, selain berkewajiban mentransfer pengetahuan, baik teori maupun praktek kepada para Taruna, juga memiliki tanggung jawab mulia, yaitu mengantarkan Taruna mengoptimalkan potensinya untuk berfikir dan bertindak berdasarkan analisa yang tepat, dinamis, mampu mengevaluasi dan kreatif. 

“Inilah point penting sebagai target para Gadik dalam melaksanakan proses pendidikan calon-calon perwira ideal dan profesional,” kata Wagub mewakili Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, saat membuka Penataran dan Evaluasi Gadik Akademi Militer di gedung Leo Kailola Akmil Magelang, Senin (28/12/2020).

Kegiatan ini diikuti  para Dosen, Gumil (Guru Militer) ataupun Gadik,   baik Militer dan PNS Akmil, dengan tema “Menciptakan Kader Pemimpin Bangsa Melalui Kinerja Gumil Yang Profesional dan Berwawasan”.  

Penataran ini dimaksudkan untuk memanfaatkan waktu luang di saat Taruna cuti,  guna mengupgrading kualitas kemampuan Dosen/Gumil menuju profesionalisme dan memprofilling Gumil guna mengetahui dan memetakan kemampuan Gumil. Sehingga nantinya dalam proses belajar mengajar lebih tepat dan optimal serta untuk meningkatkan kemampuan Gumil dalam penggunaan teknologi belajar mengajar.

Wagub Akmil menekankan, agar para Gadik memiliki komitmen kuat untuk menjadi Gadik profesional di bidangnya. Tu juannya untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan belajar dan berlatih tahun 2020,  serta untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan para Gadik Akademi Militer dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya guna mencapai hasil optimal.

Disampaikan itu pula agar para gadik mengikuti kegiata ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, dengan tetap mengedepankan prosedur dan protokoler kesehatan.

“Manfaatkan kegiatan ini sebagai wahana untuk menyampaikan berbagai gagasan, ide dan pandangan bahkan kritik konstruktif serta sebagai sarana untuk melakukan sharing ilmu pengetahuan dan pengalaman antar Gadik,” katanya.

Selain itu juga untuk menggali dan mempelajari teknik bidang instruksi dan kependidikan dari para narasumber yang profesional di bidangnya.(watie-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 17 =

Back to top button