Berita UtamaPolitik

Mendekati Hari H Pilwakot Solo, PKS Nyatakan Abstain

SOLO, detakjateng – DPD PKS Kota Solo akhirnya merilis sikap yang akan diambil partai tersebut saat pemungutan suara Pemilihan Walikota (Pilwakot) Solo 9 Desember mendatang. Mereka dengan tegas menyatakan abstain atau tidak akan memilih (golput).

“Ada beberapa pertimbangan yang akhirnya membuat kami memutuskan untuk abstain dalam Pilwakot Kota Solo 9 Desember mendatang. Diantaranya kegiatan serap aspirasi yang kami lakukan selama tiga bulan terakhir,” ujar Ketua DPD PKS Kota Solo, Abdul Ghofar Ismail kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DPD PKS Kota Solo, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (4/12/2020).

Adapun kegiatan yang dimaksud, lanjutnya, pertama adalah jajak pendapat internal kader yang dilakukan September hingga November lalu, dimana hasilnya seluruh kader sepakat untuk abstain dalam Pilwakot Solo 2020.

Kedua, pertemuan dengan tokoh masyarakat yang selama ini bersama PKS mesti tak aktif di dalam partai, yang lagi-lagi mayoritas juga menyatakan akan abstain. Kemudian, hasil survei yang dilakukan kepada masyarakat umum dan pemilih PKS oleh tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPD PKS Solo mulai 27 Oktober sampai 7 November.

“Dimana hasil survei menunjukkan tidak sedikit responden yang memilih abstain di Pilwakot Solo. Mereka merasa karena kandidat walikota dinilai belum memenuhi ekspektasi sehingga memilih abstain. Apalagi, abstain adalah hak konstitusional warga negara,” kata Ghofar.

Dari hasil survei, lanjutnya, ia menemukan hal yang menarik, yakni tidak hanya warga umum yang menyatakan abstain, namun juga kader partai lain, termasuk kader partai pengusung salah satu calon.  

“Ini fenomena yang menarik karena di seluruh partai ada pemilih yang menyatakan akan abstain di Pilwakot 2020. Bahkan di PDIP dari sampel yang kita ambil juga ada yang menyatakan abstain,” katanya.

Dengan sikap abstain tersebut, lanjutnya, maka seluruh pengurus dan kader juga diminta untuk mengambil langkah yang sama. “Sikap partai merupakan instruksi bagi kader, karena itu kami minta agar kader juga abstain dalam pemungutan suara 9 Desember nanti,” tutupnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + twenty =

Back to top button