Berita UtamaPeristiwa

Timbulkan Kerumunan, Aksi Demo Tolak Kedatangan Rizieq Shihab Dibubarkan Polisi

SOLO, detakjateng -Polresta Solo membubarkan aksi yang digelar massa Aliansi Warga Kota Solo Menolak Rizieq Shihab di Bundaran Gladak, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (21/11/2020). Hal tersebut dilakukan karena aksi yang diikuti seratusan orang tersebut tak mengantongi izin dan menimbulkan kerumunan.

Pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul sejak pukul 13.30 WIB. Namun aksi baru dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Selain membawa atribut bendera merah putih, peserta aksi juga membawa spanduk dan poster yang berisi penolakan kedatangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ke Kota Solo. 

Baru berjalan sekitar 30 menit, mobil Penyuluhan Binmas Polresta Solo tiba di lokasi aksi dan meminta peserta aksi membubarkan diri melalui pengeras suara. Awalnya, massa tak mengindahkan imbauan dan tetap melanjutkan membacakan orasi. Namun tak berapa lama Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak datang dan langsung menuju ke tengah kerumunan untuk menemui koordinator aksi yang tengah berorasi di atas panggung.

Keduanya pun terlibat negosiasi, dimana Kapolresta meminta agar massa segera membubarkan aksi karena mereka menimbulkan kerumunan sehingga rawan terjadi penyebaran Covid-19. Hal tersebut disanggupi koordinator aksi, BRM Kusumo Putro namun dengan syarat ia diperbolehkan membacakan pernyataan sikap. Dan polisi pun memberikan waktu satu menit sebelum pihaknya membubarkan paksa.

 Setelah selesai membacakan tiga poin pernyataan sikap, massa pun langsung membubarkan diri sesuai arahan petugas kepolisian. Termasuk langsung membongkar panggung yang digunakan untuk orasi. 

Kepada wartawan, Kapolresta Solo mengatakan, pembubaran aksi unjuk rasa dilakukan karena pengumpulan massa sangat rentan menyebarkan virus covid-19 secara masif di tengah pandemik. 

“Tadi kami sampaikan itu ke korlapnya dani berikan kesempatan 1 menit untuk membubarkan diri atau kita bubarkan paksa sampai pertanggungjawaban pidana. Selain rawan terjadi penyebaran Covid-19. aksi ini juga tidak ada pemberitahuan atau izin ke kepolisian. Karena itu kami bubarkan karena keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi,” tandas Ade.

Mantan Kapolres Karanganyar itu menambahkan akan memanggil penyelenggara untuk dimintai keterangan terkait jalannya aksi tersebut. Ia pun menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang menggelar aksi pengumpulan massa di wilayah Kota Solo. (Putri-tie)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button