Berita UtamaLingkungan Dan Pertanian

Lapak Ganjar Bantu Petani Kambing dan Domba Purworejo Tingkatkan Produksi

PURWOREJO, detakjateng.com – Hoding Hardiman,34, koordinator Komunitas Lumut Sutra Purworejo ini tak menyangka akan didatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apalagi, Ganjar tak hanya mampir di rumahnya, tapi juga menengok kandang kambing dan domba yang dikelola oleh komunitas tersebut.

Saking bungahnya, Hoding membawa Ganjar ke kandang kambing perah yang ada di belakang rumahnya. Di tempat itu, ia menerangkan kepada Ganjar, bahwa Lumut Sutra adalah komunitas yang mewadahi petani kambing dan domba di desa Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip, Purworejo.

“Kami ini komunitas yang mengelola pemasaran produk kambing dan domba. Ada susu, daging dan penggemukan. Anggota kami sekitar 7 orang petani, dengan jumlah kambing dan domba sekitar 90 ekor,” kata Hoding, Rabu (7/10/2020).

Usaha susu kambing dan daging kambing oleh Komunitas Lumut Sutra itu, lanjut Hoding, sudah dirintis sejak 2019 lalu. Selama ini, semua sudah berjalan dengan baik, dengan jumlah susu yang dihasilkan sebanyak 5 liter per hari.

“Tapi karena pandemi, penjualan kami sedikit menyusut. Alhamdulillah setelah ikut Lapak Ganjar, penjualan kami naik drastis. Bahkan, kami sampai kewalahan melayani pembeli,” katanya.

Sebelum ikut Lapak Ganjar, Hoding mengatakan penjualan susu kambingnya selalu tersisa. Biasanya, dalam sehari ada sisa 5-6 botol susu kambing.

“Kalau sekarang langsung habis, kami kewalahan kalau ada pemesanan jumlah besar. Akhirnya, sekarang kami minta mereka pre order dulu,” jelasnya.

Hoding mengatakan, dampak mengikuti Lapak Ganjar sangat terasa. Selain jumlah pemesanan yang meningkat, produk susu kambingnya juga terkenal tak hanya di Purworejo, tapi di berbagai daerah lain.

“Kami memang gencar memasarkan produk melalui medsos. Setelah ikut Lapak Ganjar ini,  medsos kami banyak yang pesan, tak hanya dari Purworejo, tapi dari berbagai daerah. Senang sekali rasanya bisa dibantu pak Ganjar lewat Lapak Ganjar,” imbuhnya.

Ganjar sendiri mengapresiasi langkah yang dilakukan Hoding dan teman-temannya. Mereka tetap berjuang berusaha meski dalam kondisi pandemi.
“Mereka anak-anak muda yang hebat, inovatif dan kreatif. Buktinya, di tengah pandemi mereka tetap berproduksi bahkan sampai kewalahan melayani pelanggan, akhirnya menerapkan sistem pre order,” kata Ganjar.

Pandemi, lanjut Ganjar, tak boleh menjadikan masyarakat patah semangat. Ibarat berjalan, jika jalan utamanya tertutup, maka harus bisa mencari jalan alternatif lainnya. “Mudah-mudahan bisa menginspirasi para pelaku usaha lain di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Toro/Pt)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button