Peristiwa

Mahasiswa Pendemo Pulang Dengan Kecewa, Tuntutan Mereka Ditolak Dewan

MAGELANG, detakjateng.com – Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dan Universitas Tidar (Untidar) Magelang, membubarkan diri setelah tuntutan mereka agar DPRD juga menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, tidak di kabulkan.  Nampak para mahasiswa menunjukkan raut muka kecewa.

Sebelumnya, mahasiswa melakukan unjukrasa di jalan Sarwo Edi, depan komplek kantor Pemerintah Kota dan DPRD Kota Magelang, Selasa (13/10/2020). Meski unjukrasa mahasiswa berlangsung tertib, namun penjagaan dari aparat sangat ketat. Tidak kurang dari 1.100 personil Polri, TNI, Satpol PP melakukan penjagaan ini.

Informasi sebelumnya, unjukrsa akan diikuti sekitar 5 ribu massa dari berbagai elemen, seperti mahasiswa, buruh dan elemen lainnya. Mereka tidak hanya dari Kota dan Kabupaten magelang, namun juga dari Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen.

Mereka menamakan diri aliansi Rakyat kedu#Magelang Bergerak2.
Mahasiswa berkumpul di persimpangan jalan Sarwo Edi, setelah itu bersama-sama berjalan menuju depan kantor Pemkot dan DPRD Kota Magelang. Secara bergantian mereka menyampaikan orasi menolak UU Cipta Kerja.

Para pengunjukrasa diterima Ketua DPRD Kota Magelang dan beberapa anggota lain, seperti Tyas Anggraeni (Hanura) dan Bustanul arifin. Disela-sela unjuk rasa, beberapa mahasiswa melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan ketertindasan kaum buruh.

Sementara itu, saat mahasiswa minta agar DPRD juga ikut menolak UU Cipta kerja omnibus law, Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno menolaknya. Budi beralasan, kalau DPRD ikut mendukung, secara institusi telah melanggar. “Intinya kalau kami mendukung berarti melanggar norma institusi karena itu merupakan produk DPR RI, sehingga DPRD harus mematuhinya. Demikian pula pemerintah,” katanya. 

DPRD hanya memiliki kewenangan secara lokal saja. “Kalau disuruh mencabut Perda itu bisa,” ucap Udik panggilan akrabnya.

Juga terkait tuntutan mahasiswa agar membawa naskah penolakan UU Cipta Kerja ke pusat, Budi menyatakan, bahwa untuk membawa kesana harus ada rencana kerja lebih dahulu.

Terkait  permintaan mahasiswa untuk diberi fasilitas audiensi dengan gubernur Jateng, Budi menyatakan bahwa DPRD bukan bawahan gubernur.
Meski demikian, Budi memastikan bahwa tuntutan mahasiswa sudah dikirimkan ke DPR RI melalui surat elektronik. ” Kami sudah suruh Staf untuk kirim ke DPR RI hari ini juga,” tegas Udik.

Karena tidak ada kata sepakat, akhirnya para mahasiswa memilih pulang. Mereka kembali lagi ke kampus atau ke rumahnya masing-masing secara tertib. 

Disisi lain,   aparat Polres berhasil mengamankan lima orang yang di duga bukan mahasiswa. Kelima orang ini merupakan pelajar yang sengaja datang dalam unjukrasa tersebut.

Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setiawan mengatakan, saat ini kelima pelajar itu diamankan petugas untuk diperiksa lebih lanjut. (Watie/AN)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button