Peristiwa

Akibat Hujan Semalam, Bencana Terjadi di Wilayah Kecamatan Pituruh

PURWOREJO, detakjateng- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, sejak Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. mengakibatkan beberapa desa terdampak bencana alam baik tanah longsor maupun banjir.

Menurut informasi BPBD Kabupaten Purworejo bahwa bencana alam yang menimpa wilayah Kecamatan Pituruh meliputi beberapa desa yaitu Desa Kaligintung tiga titik, Kalijering dua titik, Sawangan, Kapiteran, Kaliglagah, Somogede, Prapaglor, dan Poliwangi. 

Sedangkan banjir melanda Desa Sawangan, Brengkol, Pekacangan, dan Petuguran. Tinggi banjir ini bervariasi mulai ketinggan 50 cm hingga 1 meter, genngan air luapan dari sungai Lesung bahkan masuk ke rumah-rumah penduduk. Dari pantauan bahwa kondisi paling parah berlokasi di Desa Kalijering, Pituruh.

Kepala Desa Kalijering Suroyo mengungkapkan, bahwa bencana yang melanda wilayahnya terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, berawal sejak hujan dimulai Minggu siang. Namun semakin malam semakin deras hujannya. 

“Ketika hujan lebat listrik pun padam kemudian saya mendapat informasi bahwa ada 7 unit rumah tertimpa longsor habis tertimbun tanah, dan satu kandang ternak sekitar pukul 01.00 WIB,” katanya, Senin (26/10/2020) sore.

Menurut Suroyo, tidak hanya itu, terdapat satu rumah warga tertimbun longsoran rata dengan tanah, ditafsir kerugian mencapai 1 miliyar rupiah. Bencana alam ini tidak sampai ada korban jiwa tetapi ada satu warga yang dirawat dirumah karena tertimbun material longsor. 

“Korban tertimbun longsor kurang lebih dua jam sampai evakuasi selesai dilaksanakan, korban terkena benturan keras dibagian kepala dan dadanya sakit,” ungkap Suroyo.

Dijelaskan, hingga saat ini sudah ada beberapa bantuan logistik yang sampai diposko bencana. Bantuan ini berasal dari beberepa lembaga swadaya masyarakat dan BPBD kabupaten Purworejo.

“Alhamdulillah bantuan alat berat untuk membersihkan puing-puing longsor sudah ada. Karena letak geografis wilayah kami rawan tanah longsor, saya menghimbau untuk warga masyarakat untuk selalu waspada. Saya berharap tidak ada bencana susulan,” ucap Suroyo.

Suroyo menambahkan, untuk korban bencana ini sementara mengungsi ditempat saudara dan tetangga.  “Kami juga sudah menyediakan dapur umum untuk para pengungsi,” imbuhnya.

Semantara itu, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno saat meninjau lokasi bencana mengungkapkan keprihatinannya melihat kejadian tersebut. “Saat ini kami bersama pemerintah desa sedang mendata semua kerusakan baik fasilitas umum maupun rumah, sebagai bahan rapat penanganan bencana tingkat kabupaten besok pagi.” kata Yudhie.

Lanjut Yudhie, untuk yang paling penting, pihaknya berharap tidak ada warga terdampak tidak tertangani dan semua warga lebih waspada terhadap potensi bencana yang masih mungkin terjadi. 
“Termasuk menjauh dari tempat-tempat yang rawan longsor karena adanya retakan tanah,” papapsnya. (Maheera/Pt)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button