Peristiwa

Pengungsi Merapi Dapat Bantuan dari Yukata

KLATEN, detakjateng- Yukata Peduli Bangsa kembali melakukan aksi sosial. Kali ini menyambangi pengungsi Merapi yang ada di wilayah kabupaten Klaten.  
Koordinator Lapangan Yukata Peduli Bangsa saat ditemui di Balai Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Iskandar Salawi mengaku akan berusaha hadir dalam setiap bencana. 

“Kali ini kami sambangi pengungsi warga Klaten yang terdampak bahaya Merapi, yakni di desa Tegalmulyo dan desa Balerante, kecamatan Kemalang,” ungkap Iskandar Salawi.

Pada kesempatan tersebut, Yukata Peduli Bangsa memberikan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 460 boks dan 460 buah face shield. Yukata merupakan salah satu produsen kasur berkualitas di Indonesia. Dimana salah satu pabriknya berada di Wilayah Klaten, Jawa Tengah.
 “Bantuan yang kami serahkan sesuai kebutuhan pengungsi, kita konsultasikan dulu dengan koordinator pengungsian agar tepat sasaran. Bantuan ini tidak berhenti disini, akan berlanjut sesuai situasi dan kondisi,” imbuh Iskandar.

Sementara itu, Purnama, sekretariat dan logistik pengungsian menyampaikan, saat ini situasi di pengungsian Tegalmulyo kondusif.  “Ada sekira 100 an pengungsi dari tiga dusun yakni Dukuh Majekan, Canguk, Sumur, dengan prioritas ibu hamil, usia lanjut, anak-anak dan disabilitas,” kata Purnomo. 

Pengungsi dibagi tiga barak dengan dibatasi sekat sesuai protokol kesehatan. Namun para warga datang ke pengungsian pada sore atau malam hari dan paginya kembali ke rumah untuk beraktivitas. Mengenai kebutuhan logistik, Purnomo sangat berterimakasih pada masyarakat yang mendukung dan bantuan logistik tercukupi.  “Kami tidak bisa hanya berharap pada bantuan logistik dari pemerintah. Alhamdulilah banyak bantuan dari pihak ketiga, termasuk salah satunya bantuan dari Yutaka Peduli ini,” ujar Purnomo.

Ditambahkan Subur, koordinator relawan mengatakan, masyarakat Tegalmulyo sudah teredukasi dalam siaga kebencanaan.  
“Masyarakat Tegalmulyo sudah paham mengenai status Merapi dan bagaimana harus bersikap,” kata Subur. 

Diketahui Desa Tegalmulyo dan Balerante termasuk desa dalam lingkaran rawan bahaya bencana Merapi, karena jaraknya kurang dari 5 km dari puncak. Namun seluruh warga yang berada di lokasi tersebut sudah dikondisikan menghadapi bahaya merapi. (FarraYumna/ AN)


Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button