Politik

Pilkada Rembang, Dua Kubu Paslon Saling Lapor ke Bawaslu

REMBANG, detakjateng – Memasuki minggu ke-tiga masa kampanye Pilkada di Rembang, situasi perpolitikan di daerah penghasil garam ini memanas.

Dua kubu saling mengadu ke Bawaslu setempat terkait adanya dugaan pelanggaran. Dugaan pelanggaran tersebut adalah, kampanye di sebuah ruang kelas PAUD oleh Bacabup Petahana nomor urut 2 di wilayah Sarang dan dugaan politik uang oleh pasangan nomor urut 1.

Dugaan kampanye ditempat yang tidak diperbolehkan (PAUD/Fasilitas pendidikan) itu dilaporkan oleh tim kampanye Harno-Bayu ke Bawaslu Jumat (16/10/2020). Adapun dugaan politik uang yang videonya sudah viral sejak sepekan lalu, diadukan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yaqut Cholil Qoumas.

Charis Kurniawan yang mengadukan pelanggaran Cabup petahana kepada media mengatakan, pihaknya melapor dengan bukti materiil video berdurasi sekitar 32 detik.

“Dugaan kampanye di fasilitas pendidikan, itu secara formalnya yang kami laporkan,“ kata Charis Kurniawan.

Menurut Charis, ada yang lebih penting dan cukup meresahkan bagi pihaknya, karena di dalam video itu juga terlontar kalimat diberi beras 15 Kg, buah, dan lauk pauk. Ia tidak memiliki kapasitas untuk menafsirkan, tetapi mendesak supaya Bawaslu menindaklanjuti.

“Kami sangat concern terhadap isu-isu di potongan video itu yang bagi kami cukup meresahkan. Biar Bawaslu melakukan tugasnya, investigasi, dan memberikan hasil yang adil, “ imbuhnya.

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto menyatakan, jika mengacu Undang-Undang Pilkada, kampanye di tempat pendidikan dan tempat ibadah termasuk larangan.

Jika terbukti, pelanggaran tersebut dijerat pidana, dengan ancaman kurungan minimal 1 bulan maksimal 6 bulan, denda minimal Rp 100 ribu dan maksimal Rp 1 Juta.

“Sanksinya di pasal 187 huruf C, ada sanksi kurungan dan denda. Juncto pasal 69 huruf I larangan dalam kampanye, tidak boleh dilakukan di tempat ibadah dan tempat pendidikan,” tandasnya.

Menyangkut kasus dugaan money politic yang dilaporkan Gus Tutut pekan lalu, pihaknya mendapat bukti baru berupa bukti transfer.

“Ini sedang kami telusuri,” ungkap Totok.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Abdul Hafidz-Hanies Cholil Barro’, Zaimul Umam menanggapi atas laporan tersebut, pihaknya menyiapkan tim advokasi. Pada prinsipnya, tim Hafidz-Hanies menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu.

“Saya tak perlu menanggapi banyak terkait laporan itu, kami serahkan kepada Bawaslu, “ tegas Umam. (Daryono/Toro)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button