Teknologi

Laboratorium Biomolekuler, Bentuk Nyata Dukungan UKSW Tangani Covid-19

SALATIGA, detakjateng – Keberadaan Laboratorium Biomolekuler BSL 3 milik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) merupakan bentuk nyata dukungan UKSW dan YPTKSW terhadap pemerintah untuk menangani pandemi. Selanjutnya, laboratorium tersebut mulai beroperasi 26 Oktober 2020.

Hal ini disampaikan Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D kepada media, Jumat (16/10). 

Sebelumnya, peresmian dilakukan secara daring oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan dihadiri pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), Pimpinan UKSW, Ketua DPRD Salatiga, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Neil menyebutkan, tujuh bulan UKSW berusaha keras menghadirkan laboratorium ini ditengah situasi pandemi Covid-19. “Pembangunan laboratorium ini berangkat dari melihat fenomena pandemi Covid-19 secara nasional, di Jawa Tengah dan juga Salatiga. Dikatakannya UKSW diberkati karena mempunyai tenaga ahli dan juga peralatan,” kata Neil.

Laboratorium biomolekuler  BSL 3 diakuinya, merupakan bentuk nyata dukungan UKSW dan YPTKSW terhadap pemerintah untuk menangani pandemi Covid, semoga kita semua bisa segera melewati masa pandemi ini.

Ketua Tim Identifikasi Sampel Corona Virus (Covid-19) UKSW Prof. Dr. Ferdy Semuel Rondonuwu, M.Sc menyampaikan proses pembuatan laboratorium ini dimulai pada bulan April dan mempunyai dua fungsi.

“Yaitu untuk riset dan juga mendukung pemerintah mengatasi pandemi. Disampaikannya, laboratorium ini dilengkapi dengan laboratorium ekstraksi dan memiliki grade BSL 3, dimana satu tingkat lebih tinggi dari persyaratan minimal untuk ekstraksi sampel Covid-19 (BSL 2/BSL2+),” tandas dia.

Selain itu, lanjutnya, laboratorium ini juga dilengkapi dengan fasilitas mixing reagen dan sampel, fasilitas identifikasi covid yang dilengkapi artifisial quanstudio 5 aplliedbiosystem.

Nantinya, laboratorium ini dilengkapi 6 tenaga teknis, 2 analis dan tenaga pendukung lainnya. Total ada 15 tenaga laboratorium yang terlibat.
“Kapasitas untuk identifikasi bisa 48 sampel setiap harinya, dengan kapasitas maksimum 98 sampel per hari,” imbuhnya.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. sangat mengapresiasi langkah yang diambil UKSW dengan mendirikan laboratorium ini.

Ini merupakan langkah berani dimana di tengah carut marutnya kondisi dunia dan juga Indonesia saat ini, UKSW berani  mempunyai inisiatif mengambil jalan keluar.

“Saya melihat bentuk dedikasi, sebuah semangat bagaimana universitas ini menunjukkan kepekaannya, ada inisiatif dan kemudian mengambil jalan keluar. Dan UKSW melakukan itu, UKSW top, hebat dan ini adalah bentuk konkret kolaborasi,” tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa terkait pandemi Covid-19, tingkat kesembuhan dan positif covid di Jawa Tengah termasuk tinggi. Menurutnya hal itu terjadi karena di Jawa Tengah diadakan gerakan tracing sampai level yang paling bawah.

“Kami berbeda dengan daerah yang lain karena situasinya berbeda. Hadirnya laboratorium UKSW ini menjadi energi baru dari UKSW dan semoga kita bisa lebih cepat mengatasi Covid. Dua jempol untuk UKSW. Sekarang bisa mempersiapkan manajerialnya, SOP yang ketat dan tetap koordinasi dengan Dinkes Propinsi dan Salatiga,” paparnya. (Cattleya/AN)

Show More

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button