Berita UtamaKesehatan

Cek Progres Program Donor Plasma, Muhadjir Puas Pendonor Solo Naik 40 Persen

SOLO, detakjateng- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memuji capaian pelaksanaan program donor plasma konvalesen di kota bengawan yang telah mengalami kenaikan sebesar 40 persen pasca Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicanangkan Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu.

“Tadi saya sudah dapat laporan di Solo jumlah donornya mengalami kenaikan 40 persen. Jadi ini sangat luar biasa. Karena itu, atas nama pemerintah saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua PMI dan seluruh jajaran di Solo yang telah merespon Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen dengan luar biasa,” ujarnya kepada wartawan usai meninjau pelaksanaan donor plasma konvalesen di PMI Kota Solo, Jumat (29/1/2021). 

Ia menambahkan, Pemerintah saat ini memang sedang berupaya mempercepat jumlah pendonor plasma konvalesen dengan mengetuk kesadaran hati para penyintas Covid-19 agar mau menjadi donor plasma sebagai bentuk rasa syukur karena sembuh dari penyakit yang menciptakan pandemi tersebut.

“Mudah-mudahan setelah ini ada kelipatan lagi jumlah pendonor. Karena jumlah yang dibutuhkan masih sangat jauh dari yang tersedia. Seperti di Solo ini, tadi dapat laporan meski pendonor naik 40 persen, namun jumlah pasien yang mengantri masih ada 30 orang. Mudah-mudahan semakin banyak penyintas yang tergerak sehingga di Solo nanti bisa surplus plasma dan bisa dikirim ke daerah lain yang membutuhkan,” katanya. 

Disinggung apakah akan ada upaya dari pemerintah untuk mewajibkan penyintas Covid-19 untuk menjadi donor plasma, Muhadjir mengaku tidak bisa melakukan itu. Sebab donor tidak boleh dipaksa, karena itu Pemerintah hanya melakukan upaya untuk mengetuk kesadaran para penyintas, khususnya yang memenuhi syarat untuk menjadi donor. 

“Apalagi ini kan waktunya sangat terbatas sekitar tiga sampai enam bulan dari saat dinyatakan sembuh Covid-19. Sehingga saya rasa tidak perlu diwajibkan, hanya didorong saja,” ucapnya. 

Sementara itu, CEO PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan, meski ada penambahan pendonor sebanyak 40 persen, namun plasma konvalesen yang didonorkan langsung habis untuk memenuhi permintaan yang lebih banyak. 

“Meningkat pesatnya mulai November lalu, padahal sejak Mei kami sudah melayani donor plasma konvalesen. Total sampai sekarang ada 231 pendonor. Itu langsung kita distribusikan. Sekarang masih 30 yang antre,” ujarnya. (Putri-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × one =

Back to top button