Berita UtamaPemerintahan

Data Penerima Bantuan Bermasalah, Mensos Surati 40 Kepala Daerah

SOLO, detakjateng – Menteri Sosial (mensos), Tri Rismaharini mengatakan pihaknya telah melayangkan surat kepada 40 kepala daerah yang ada di Indonesia untuk segera menyerahkan data perbaikan penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, pihaknya mendapati banyak data yang bermasalah.

“Kurang lebih ada 40 daerah yang kepala daerahnya sudah kita surati untuk memadankan dengan data kependudukan. Selain itu, daerah yang lain sudah sama semuanya,” ujarnya kepada wartawan saat kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di Joglo Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (29/1/2021) sore.

Ia menuturkan, surat tersebut dikirimkan karena pihaknya menemukan adanya data penerima bansos yang tidak sepadan atau sama dengan data kependudukan. Sehingga, jika bantuan tetap diberikan dikhawatirkan menimbulkan kerawanan adanya penyelewengan bantuan dari Pemerintah pusat tersebut.

“Karena itu kita minta daerah untuk membetulkan. Hasilnya, di minggu pertama dan kedua Januari kemarin sudah ada perbaikan data yang masuk, sekitar 560-an ribu penambahannya seluruh Indonesia. Ya tinggal 40 daerah yang kita surati itu yang belum,” katanya.

Sementara itu, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan, selama ini Pemkot menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Elektronik (e-SIK) untuk data masyarakat Solo. Dimana dalam aplikasi tersebut bisa dilihat status, kondisi hingga bantuan apa saja yang diterima warga yang bersangkutan. Sehingga dipastikan data penerima bansos tidak akan salah sasaran, karena semuanya terpampang di e-SIK.

“Karena itu kami mohon daftar penerima bansos yang kemarin kami ajukan bisa disetujui. Sebab kemarin jumlah penerima bansos berula Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Solo sempat dikurangi 9.000 orang, tapi saat ini sudah dikembalikan, tinggal yang penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kemarin dikurangi 4.000 orang bari dikembalikan 1.000 orang. Padahal warga sangat membutuhkan karena terdampak Covid-19,” ucapnya. (Putri/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × one =

Back to top button