Lingkungan Dan Pertanian

Hujan Dua Hari, 1.195 Hektar Sawah Terancam Puso

Grobogan, detakjateng –  Hujan deras yang mengguyur daerah aliran sungai (DAS)  Lusi, di timur Kabupaten Grobogan ancam sektor pertanian.

Hujan deras mengakibatkan sungai yang membentang dari Kabuoaten Blora hingga Kudus, menggenang dan menutup hamparan padi di sawah yang diperkirakan panen dua pekan hingga sebulan kedepan.

Padi yang menunggu kematangan dan siap panen, beresiko terancam puso dan gagal panen.

“Sawah seluas 1.195 hektar di 7 kecamatan sampai saat ini tergenang dan terancam puso,” kata Sunanto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Grobogan, Minggu (31/1).

Luapan Sungai Lusi, hingga saat ini masih menggenang dan menutup tanapan padi dengan ketinggian 80-120 centimeter. Karena tingginya genangan banjir, tanaman padi sampai tertutup air.

“Ini sudah hari ke keempat genangan air juga belum surut. Jika tidak segera surut, tanaman yang sudah masuk 80 hst (hari setelah tanam) bisa terancam puso,” tambahnya.

Dampak paling besar dialami pertanian di desa Klampok, Godong. Sawah yang tergenang mencapai 156 hektar. 

Tidak saja mengancam panen, namun dikhawatirkan jika genangan air di sawah masih tinggi, bisa berdampak pada mundurnya musim tanam (MT 2).  Kondisi ini bisa terjadi karena petani tidak bisa menabur benih padi. 

“Genangan banjir, dikhawatirkan bisa berimbas pada turunnya harga gabah dari petani,” tambahnya. (Wahyu/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − one =

Back to top button