Lingkungan Dan Pertanian

Masuk Kategori Perusakan Lingkungan, Penambangan Galian C di Kwadungan Ditutup

TEMANGGUNG detakjateng- Pemerintah Kabupaten Temanggung memastikan menutup lokasi penambangan pasir liar di lereng Gunung Sindoro, tepatnya di Desa Kwadungan Jurang Kecamatan Kledung, Temanggung. Pasalnya, sesuai aturan yang berlaku, memang wilayah tersebut peruntukkannya tidak untuk kegiatan penambangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Temanggung, Agus Munadi mengatakan hal itu juga menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Kwadungan Jurang, dan Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, yang pada Jumat (8/1) lalu bersama Banser NU meminta para penambang untuk menghentikan aktivitas galian c ilegal tersebut.

 Menurut dia, untuk memastikan sudah tidak adanya pelaku penambangan Tim Gabungan mendatangi lokasi penambangan ini. Tim yang terdiri dari Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Lingkungan Hidup, Djoko Prasetyo, Kepala Satpol PP Agus Munadi, Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Anggit Triwahyu, Staf Bidang Tata Ruang DPUPKP Juwanto, dan Perangkat Desa Kwadungan Jurang. 

Agus Munadi menjelaskan, pihaknya  bersama tim gabungan dari DLH, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), termasuk Staf Ahli mendatangi lokasi guna melakukan pantauan. Tim kemudian memastikan sudah tidak ada aktivitas penambangan. 

“Hari ini kita mendatangi lokasi penambangan pasir atau galian C di Kwadungan Jurang, dalam rangka menindaklanjuti keberatan masyarakat beberapa waktu lalu. Intinya atas adanya penambangan ini masyarakat keberatan, maka kita pastikan sudah tidak ada lagi kegiatan penambangan,” ungkapnya Senin (11/1/2021).

Senada, Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Temanggung, Anggit Triwahyu mengatakan, penambangan di lereng Gunung Sindoro masuk kategori perusakan lingkungan. Dampak yang diakibatkan dari kegiatan perusakan lingkungan tersebut, yakni bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, dan matinya sumber mata air.

“Ini (penambangan pasir) termasuk kategori perusakkan lingkungan hidup, di mana ada kegiatan yang menimbulkan dampak baik itu fisik, kimia maupun hayati yang bisa mengakibatkan perubahan langsung terhadap lingkungan. Dampak yang terjadi bisa banjir kalau terjadi hujan deras karena tidak ada resapan air, lalu bahaya longsor, dan matinya mata air,” katanya (Muhammad Abdul Rohman/an)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − one =

Back to top button