Pemerintahan

PKK Banyumas Terus Edukasi Mengenai Covid-19 dan Bencana Alam

PURWOKERTO, detakjateng – Dalam rangka turut membantu mengedukasi dan penguatan di tingkat keluarga menjadi fondasi kokoh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dan masalah bencana lainnya, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas, menggelar Zoom Meeting dengan Ketua Oragnisasi Wanita di Kabupaten Banyumas. Meski sejak awal Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, TP-PKK Kabupaten Banyumas telah melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai hal-hal yang penting dilakukan dalam menghadapi pandemi, melalui penyuluhan langsung terbatas serta dengan menggunakan media sosial.

“Organisasi wanita menpunyai peran penting mengingat mereka adalah orang yang paling dekat dengan keluarga khususnya anak-anak, mereka harus memperhatikan putra putrinya dan keluarganya bagaimana cara penanganan covid-19. Karena kedekatanya Ibu-ibu yang bisa mengingkatkan harus memakai masker mencuci-tangan dan sebagainya,” kata Erna Husein di Smart Room Komplek Pendopo Sipanji Purwokerto.

Erna menambahkan jika ada keluarganya yang terkena covid-19, Ibu harus mempunyai pengetahuan cara penanganan, dengan kamar secara tersendiri, kamar mandi sendiri agar tidak terjadi klaster keluarga.

“Ibu-ibu harus dapat memahami bahwa pandemi Covid-19 ini perlu ditanggapi secara serius sehingga penerapan protokol kesehatan pun dilakukan dengan disiplin mulai dari keluarga. Dan peran PKK dalam pelaksanaan perubahan diperlukan komitmen dan dukungan dari seluruh Kader Tim Penggerak PKK dengan mengedepankan unsur  keteladanan dan keterampilan yang terkandung didalam diri seorang Kader PKK sebagai  agent of change  yang mampu menjadi magnet  perubahan saat berdampingan dengan  masyarakat melalui ketulusan pengabdian dan kontribusi dari kader-kader  dalam semua kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), khususnya dalam pencegahan penyebaran covid-19,” lanjutnya .

Sementara itu Bupati Banyumas Achmad Husein mengingatkan bahwa kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat angka kematian di dua bulan terakhir ini cukup tinggi. Dengan mengetahui ilmunya dan patuh pada protokol kesehatan serta menjaga komorbid diharapkan Banyumas akan mampu menekan angka kematian.  
“Angka kematian mencapai 4 hingga 5 perhari, apabila tidak dikendalikan maka akan bisa mencapai 20 perhari seperti beberapa daerah lain,” katanya.

Maka Bupati minta kepada masyarakat kalau merasa ada gejala Covid segera memeriksakan jangan sampai terlambat. Kematian beberapa hari terakhir karena akibat terlambat kerumah sakit sehingga tidak dapat ditolong oleh petugas medis.
“Kalau merasakan saki dengan gejala demam, ngreges, flu, sesak, batuk, nafsu makan kurang, hindra penciuman turun, diare agar segera berobat, ga usah takut karena lebih baik positif segera dirawat,” kata Bupati (Ana Nurani/PT).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =

Back to top button