Kesehatan

Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Solo, Muhadjir : Insyaallah untuk Rakyat Vaksinnya Produksi Lokal 

SOLO, detakjateng – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, kemungkinan besar vaksin Covid-19 yang akan divaksinasikan kepada masyarakat umum nantinya sudah merupakan vaksin produksi dalam negeri. Sehingga diharapkan akan lebih cocok untuk tubuh warga Indonesia. 

Hal tersebut diutarakannya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis kedua tahap pertama di Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno (RSBK), Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, Jumat (29/1/2021).

“Untuk vaksinasi masyarakat umum sedang disiapkan teknisnya. Vaksinnya Insyaallah tidak didatangkan dari luar, tapi sudah bisa menggunakan yang diproduksi oleh Biofarma. Sekaran ini balok atau bibit virusnya sudah tiba, jadi nanti akan diproduksi sendiri. Dan karena produksi sendiri maka pasti akan lebih cocok bagi masyarakat kita,” ujarnya kepada wartawan usai tinjauan.

Sedangkan untuk teknisnya, lanjut Muhadjir, kemungkinan akan dilaksanakan secara masif berdasarkan kelompok masyarakat. Misalnya per desa, namun tetap dengan prosedur yang ketat sebagaimana yang sudah dilaksanakan fasilitas kesehatan (faskes) untuk tahap pertama saat ini.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa dilakukan, Bapak Presiden sudah menyampaikan Februari ini kalau bisa sudah untuk masyarakat umum. Harapannya memang semakin cepat semakin baik. Untuk vaksin sendiri sementara memang masih pakai Sinovac karena produksi Biofarma diprediksi baru bisa dipakai untuk vaksinasi April nanti,” katanya. 

Hanya saja, ia berharap masyarakat bisa bersabar. Karena saat ini memang vaksinasi diutamakan untuk tenaga kesehatan (nakes) terlebih dulu. “Setelah itu nanti aparat pelayanan publik, TNI-Polri terutama yang selama ini melakukan tugas penertiban 3M, kemudian akan diikuti oleh guru, agar sekolah bisa mulai diaktifkan. Kemudian setelah itu baru masyarakat umum,” ucap Muhadjir.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PMK juga memberikan bantuan alat ventilator kepada RSBK untuk membantu perawatan pasien Covid-19 dengan gejala berat. Sebagaimana diketahui alat yang berfungsi membantu pernafasan tersebut memang cukup vital dan dibutuhkan penderita Covid-19 dengan gejala berat, namun jumlahnya sangat terbatas. (Putri/an)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 1 =

Back to top button