Berita UtamaPeristiwa

2 Hari Hanyut di Kalijajar, Santri Ditemukan Meninggal Dunia

DEMAK, detakjateng – Sempat dua hari dilakukan pencarian, Baru Ziadal Asma  (14) santri pondok pesantren di Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak yang hanyut di Kalijajar berhasil ditemukan, Selasa (2/2) dini hari. Dibantu warga, ayah korban mengangkat jenazah anaknya yang ditemukan di perairan Desa Poncoharjo Bonang.

Ihwal hanyutnya korban, menurut saksi yang juga teman santri korban, Senopati Mahesa Birawa (16), bermula saat warga Kelurahan Mangunjiwan itu bersama tiga temannya termasuk saksi berniat mandi di Kalijajar pada Minggu (31/1) pukul 12.30. Satu per satu mereka terjun dari jembatan bekas rel kereta api di belakang PDAM Demak.

Setelah terjun tiga teman korban yakni Sabit Imamundilat (14),  Ahmad Sabil Fakih (14) dan Senopati berhasil menepi. Namun korban yang disebutkan bisa berenang terlihat kepayahan melawan arus Kalijajar yang sedang mengalir deras.

“Kami bertiga berusaha menolong dengan menarik tangan Almarhum. Tapi terlepas, hingga kemudian hanyut dan tenggelam,” ujarnya.

Ketiganya spontan berteriak minta tolong. Oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Demak dan Basarnas Semarang dibantu personel Banser GP Ansor PC Ansor Kabupaten Demak turun melakukan pencarian. Namun hingga Senin (1/2) petang belum diketemukan tanda keberadaan korban.

Sampai akhirnya pada Selasa (2/2) dini hari ada warga melihat benda mencurigakan mengapung di aliran Kalijajar sekitar Brubus, atau kurang-lebih empat kilometer dari lokasi pertama korban hanyut. Setelah dipastikan bahwa yang hanyut itu tubuh korban, warga pun memberi kabar ayah korban M Anshor Hamidi yang langsung ke lokasi.

Dibantu warga dan Tim Gabungan evakuasi korban pun dilakukan. Oleh pihak keluarga, jenazah Baru Ziadal Asma dimakamkan di TPU setempat. (Jati-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 7 =

Back to top button