Ekonomi

Berbeda dengan Kebijakan Gubernur, Selama ‘Jateng di Rumah Saja’, Pasar di Kebumen Tetap Buka

KEBUMEN, detakjateng – Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 800/106 tentang pelaksanaan gerakan “Jateng di Rumah Saja”. Melalui SE dimaksud, sejumlah sektor masih diperkenankan untuk beroperasi dengan syarat khusus, salah satunya pasar tradisional.
Pasar rakyat, baik yang dikelola pemerintah daerah maupun pasar desa, tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bupati beralasan, pasar tradisional merupakan tempat masyarakat berusaha menjual daganganya yang mana setiap harinya harus laku terjual. “Sayur mayur segar seperti cabai, jika ditutup dua hari maka akan busuk. Kami kasihan kepada masyarakat karena pasar merupakan lokasi mencari usaha,” kata Bupati.

Dibukanya pasar tradisional oleh Bupati mengundang tanda tanya pengguna sosial media di Kebumen. Pasalnya, melalui SE yang sama, Bupati meminta masyarakat mematuhi anjuran Gubernur untuk di rumah saja. “Wargane kon ndekem neng omah, tapi pasar kon tetep buka. Njur sing blanja nang pasar sapa? (Warganya diperintahkan berdiam diri di rumah, tapi pasar tetap dibuka. Lalu yang akan berbelanja siapa? .red)” tanya pemilik akun Bayu Hindiarto di group laman Facebook Berita Kebumen, Kamis (4/2/2021).

Sedikit berbeda dengan SE Gubernur yang melarang beroperasinya bisnis perhotelan, SE Bupati Kebumen tetap membolehkan hotel untuk beroperasi. “Terdapat sejumlah hal yang dilarang beroperasi diantaranya perkantoran, sekolah, perusahaan dan pabrik, pusat perbelanjaan/toko modern, dan seluruh obyek wisata. Juga hotel, penginapan, rumah makan, restoran, cafe, karaoke dan tempat hiburan lain,” ujar Bupati sebagaimana tertulis dalam SE tertanggal 3 Februari 2021 tersebut.

Dilarang beroperasinya hotel membuat event yang diagendakan didalamnya pun turut kena imbas. Salah satunya pernikahan. Meski penyelenggaraan pernikahan tetap diperbolehkan dengan catatan tidak mengundang tamu, namun bagi pemilik hajat yang berencana mengadakan acara di hotel praktis tidak bisa terlaksana. (Farhan/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + nineteen =

Back to top button