Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Beredar Kabar Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis Di Rembang Ditangkap

REMBANG, detakjateng – Sejak Sabtu malam hingga Minggu sore ini (6-7/2/2021), tersebar kabar tiga tersangka pelaku pembantaian empat orang satu keluarga di Desa Turusgede, Rembang Kota, telah tertangkap dan saat ini telah ditahan di Mapolres setempat.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre ketika dikonfirmasi, Minggu sore tidak mengiyakan ataupun membantah akan hal itu. Dia hanya minta masyarakat untuk bersabar, karena masih dalam proses penyelidikan. “Sabar dulu mas, yang pasti sudah ada perkembangan. Nanti semua pasti disampaikan, “ kata Rongre.

Kades Pragu, Kecamatan Sulang, Subhan mengatakan, terkait pemeriksaan terhadap S, warga Dukuh Pandak, Desa Pragu, Kecamatan Sulang, di Mapolres mengakui, warganya itu datang ke rumah Anom Subekti di Desa Turusgede, pada Rabu (3/2) untuk keperluan memesan gong. “Dia pesan gong untuk group campursari, buat kegiatan kepemudaan desa. Soalnya dapat dana aspirasi dari anggota dewan, “ tuturnya.

Dia menambahkan, pasca kejadian pembunuhan, warganya yang berprofesi sebagai seniman penabuh gamelan tersebut ditelepon Danang, salah satu putera Almarhum Anom Subekti, untuk datang ke Turusgede dan akan dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

Informasi yang diterima pihak desa, saat akan berangkat ke Turusgede siang hari, warganya itu sedang tidak enak badan dan sakit perut. Di tengah jalan, antara Desa Kedungrejo dengan Dusun Bagel Desa Mondoteko berhenti di kebun tebu, yang bersangkutan buang air besar. Ketika akan bersih-bersih di selokan pinggir jalan, justru terpeselet dan terjatuh.

Ia kemudian ditolong warga Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, yang kebetulan melintas. Selanjutnya diantar pulang ke Pragu. Karena lama tidak kunjung tiba di Turusgede, Jum’at malam menjelang Isya’, akhirnya dijemput polisi.

“Info yang saya terima sudah dipanggil, datangnya kok lambat. Tapi siangnya ada alasan terjatuh di parit, habis buang air besar. Saya nggak tahu kebenarannya seperti apa. Orang Kaliombo yang nolong juga sudah diminta polisi menunjukkan lokasinya, “ kata Subhan.

Usai dijemput, polisi menggeledah rumah warganya tersebut. Tahap pertama pada Sabtu malam, polisi membawa sepeda motor, pakaian dan sepatu boot dari dalam rumah warganya. Penggeledahan dilanjutkan Minggu (7/2/2021) siang untuk mencari bukti tambahan.

“Saya sebatas mendampingi saja, yang saya tahu pada waktu penggeledahan tahap kedua tadi, HP milik isterinya dibawa polisi, “ imbuhnya.

Namun Subhan mengungkapkan pihaknya sampai Minggu sore, belum mengetahui status warganya itu, apakah sebatas menjadi saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tiap ada warga yang bertanya, ia menjawab tunggu saja informasi resmi dari Polres Rembang. “Kan ada azas praduga tidak bersalah, yang saya tahu warga saya ini orangnya baik, kalem, nggak neko-neko, “ pungkas Subhan. (Daryono/Pt

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =

Back to top button