Berita UtamaFeatured

Desa Nangkod Manfaatkan Tanah Desa Jadi Kebun Buah

PURBALINGGA, detakjateng – Desa Nangkod, Kecamatan Kejobong kini sedang merintis untuk menjadikan sebuah kawasan menjadi wisata kebun buah. Kawasan wisata kebun buah tersebut menggunakan tanah desa seluas 2 hingga 3 hektare tanah.

Sekretaris Desa Nangkod, Udin Santosa mengatakan rintisan wisata tersebut berawal dari banyaknya tanaman buah yang ada di Desa Nangkod. Buah yang banyak tumbuh di desa tersebut seperti duku, durian, alpukat dan tanaman lainnya.

“Di Nangkod ini kan potensinya pertanian dan tanahnya memang luas, akhirnya kami dari desa ingin budidaya buah dengan memanfaatkan tanah desa,” kata Udin saat ditemui detakjateng, Selasa (2/2/2021).

Udin menuturkan sebelum ditanami buah-buahan, lahan desa ditanami singkong dan tebu. Namun, karena pasarannya kurang sehingga petani lebih memilih untuk beralih tanaman menjadi durian dan alpukat yang pemasarannya bagus.

“Awalnya tanaman singkong yang harapannya ternyata kurang bagus buat petani, harganya juga sempat jatuh sehingga petani rugi, jadi mereka memutuskan untuk mengganti dengan tanaman yang keuntungannya lebih besar,”ujarnya.

Ia menjelaskan tanah desa yang sedang dikelola menjadi kebun buah diberi nama ‘Bukit Pleci’. Tanahnya yang menyerupai perbukitan ditanami beraneka jenis durian dan alpukat. Yang diharapkan hasilnya nanti dapat menopang perekonomian masyarakat di Desa Nangkod.

“Ada 115 batang durian yang ditanam dengan beberapa varietas meliputi durian musang king, duri hitam, montong dan durian lokal yang umurnya mulai dari 2 bulan sampai 1 tahun,”terang Udin.

Udin menambahkan untuk varietas alpukat yang ditanam di ‘Bukit Pleci’meliputi Alpukat Pluwang, Mentega, Kendil, dan Miki dengan usia 1 tahun. Menurutnya, ‘Bukit Pleci’ nantinya akan dibawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Al Falah.

“3 tahun harapannya sudah bisa berbuah dan mulai bisa dinikmati hasilnya. Kawasan Bukit Pleci pun bisa dijadikan sebagai kawasan wisata buah yang ada di Desa Nangkod,” ungkapnya.

Namun sayangnya untuk pengembangan kawasan wisata buah ‘Bukit Pleci’mengalami hambatan terutama ketika musim kemarau. Karena Desa Nangkod merupakan salah satu wilayah yang kesulitan air terutama ketika musim kemarau panjang.

“Kendalanya memang kalau kemarau dari segi pengairannya tapi kami sudah membuat kolam penunjang sebanyak dua buah di atas bukit untuk mengantisipasi ketika terjadi kekeringan,” pungkas Udin. (Lilian Kiki Triwulan/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 5 =

Back to top button