Berita UtamaEkonomi

Desa Tunjungmuli Bangun Pertashop Kerjasama Pertamina

PURBALINGGA, detakjateng – Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol membangun pom bensin dalam hal ini Pertamina Shop (Pertashop). Pembangunan Pertashop merupakan gagasan dari Pertamina guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang sulit terjangkau.

“Pertashop juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan ini bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, red) Tunjungmuli, PT Asrikin Purbalingga dan Pengusaha di Tunjungmuli,” kata Kepala Desa Tunjungmuli, Joko Pranoto pada detakjateng, Jumat (5/2).

Joko menjelaskan modal untuk pembuatan Pertashop sebesar Rp 500 juta dengan pembagian 50 persen BUMDes Tunjungmuli, 40 persen pengusaha di Tunjungmuli dan 10 persen dari PT Asrikin. Modal Bumdes Tunjungmuli dianggarkan pada APBDes tahun 2021 Rp sebesar 300 juta untuk modal kerjasama dengan Pertamina melalui Pertashop.

“Sebagian lagi akan digunakan untuk membuka peluang usaha lainnya seperti optimalisasi air bersih yang disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menerangkan lahan yang digunakan untuk Pertashop kurang lebih 16 meter persegi di atas tanah bengkok kades. Lahan tersebut menggunakan sistem sewa per satu tahun sebesar Rp 1 juta dan aksesnya pun cukup strategis karena berada di ruas jalan Tunjungmuli – Sirau.

“Pertamina menunjuk tempat di Tunjungmuli karena secara geografis jauh dari SPBU Karangmoncol,” ujarnya.

Ia menuturkan Pertashop hanya menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax dengan harga sesuai standar yang ditetapkan Pertamina yakni Rp 9000,-. Kapasitas tangki Pertashop bisa memuat 3000 liter, namun setiap harinya hanya melayani sebanyak 900 liter per hari.

” Untuk keuntungannya, Bumdes Tunjungmuli akan memperoleh margin sebesar 50 persen setelah dipotong biaya operasional untuk ongkos pekerja dan biaya susut Pertamax karena penguapan,” terang Joko.

Menurutnya, nilai keuntungan yang akan diperoleh BUMDes Tunjungmuli kurang lebih Rp 7-10 juta per bulan. Per tahunnya akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 84 – 120 juta tergantung pada penjualan setiap harinya sehingga modal bisa kembali sekitar 3-4 tahunan.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karangmoncol, Sapto Suhardiyo mendukung kerjasama antara Desa Tunjungmuli dengan Pertamina. Ia berharap dengan adanya kerjasama Pertashop dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menggerakan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Semoga apa yang dilakukan bisa menuai hasil sehingga BUMDes akan kembali ke masyarakat. Adanya Pertashop di Desa Tunjungmuli juga memberikan kemudahan bagi masyarakat di sekitar Desa Tunjungmuli,” harap Sapto. (Lilian Kiki Triwulan-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Back to top button