Pemerintahan

Gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ Batasi Hajatan, Pengusaha Wedding Pusing

KEBUMEN, detakjateng – Sejumlah pengusaha bidang pernikahan di Kebumen merasakan imbas langsung Kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo “Jateng di Rumah Saja”. Acara resepsi pernikahan yang sedianya akan digelar pada 6 dan 7 Februari 2021, dibatalkan.

Kebijakan Gubernur agar warga tidak bepergian selama dua hari di tanggal 6 dan 7 Februari, memang disambut para Bupati dan Walikota di Jawa Tengah dengan menerbitkan Surat Edaran (SE). SE dimaksud diterbitkan sebagai pedoman pelaksanaan gerakan Jateng Di Rumah Saja, tak terkecuali Bupati Kebumen.

Salah satu amanat dalam SE Bupati Kebumen Nomor 800/106 tentang pelaksanaan Gerakan Jateng Di Rumah Aja adalah pembatasan kegiatan hajatan dan pelarangan beroperasinya perhotelan. Pembatasan dimaksud tercantum dalam poin 5 SE bertanggal 3 Februari 2021 tersebut.

“Pembatasan hajatan dan pernikahan untuk tidak mengundang tamu,” bunyi poin 5 SE Bupati Kebumen Nomor 800/106.

Poin tersebut dijadikan dasar oleh warga masyarakat yang hendak menggelar hajatan/resepsi pernikahan untuk menunda kegiatan. Imbasnya, sejumlah persiapan acara seperti katering dan dekorasi yang sudah hampir 100 persen, tidak dipakai.

Salah satu vendor dekorasi pernikahan, Rozaaq Abdillah dari Balakosa Decoration Kebumen mengaku menelan kerugian materiil lebih dari Rp 40 juta akibat pembatalan kegiatan. Rozaaq Abdillah mengaku kecewa atas minimnya waktu sosialisasi kebijakan dimaksud.

“Persiapan dekorasi sudah 100 persen, pemasangan di gedung sudah 75 persen lebih, akhirnya harus kami bongkar kembali. Bunga segar yang kami pasang, otomatis tidak bisa digunakan,” ujarnya, Jumat (5/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan Rozaaq, dirinya bukanlah satu-satunya pihak yang terdampak langsung akibat kebijakan tersebut. Disebutnya, pengusaha katering merasakan dampak yang lebih besar akibat terbitnya aturan pembatasan yang terkesan tiba-tiba.

“Kami paham itu untuk kebaikan, tapi alangkah baiknya jangan terkesan terburu-buru. Pengusaha akhir pekan seperti kami jelas tergagap. Rekan catering sudah belanja daging, sayuran, nilainya ratusan juta, force majeur seperti ini kami kalang kabut,” sesalnya. (Farhan/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − nine =

Back to top button