Berita UtamaPeristiwa

Hari Ini Pengungsi Babadan I Pulang Desa

MAGELANG, detakjateng  -Sebanyak 265 warga Babadan I Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang,  hari ini, Senin (1/2/2021)  pulang kembali ke desanya. Mereka sudah menghuni Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Banyurojo Kecamatan Mertoyudan sejak awal November lalu. Dengan kepulangan ini, maka seluruh pengungsi di Magelang sudah tidak ada. Warga Babadan 1 merupakan pengungsi terakhir yang pulang.

Warga mengucapkan terima kasih karena pemerintah desa Banyurojo bersama warga melayani pengungsi dengan sangat istimewa.

“Tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata bagaimana pemerintah Banyurojo dan warganya sangat istimewa dalam melayani para pengungsi. Kami sangat berterima kasih,” kata Dasri, Koordinator pengungsi Babadan I, di temui di TEA Banyurojo.

Menurut Dasri, baik pengungsi, pemerintah Banyurojo dan juga warga saling menghormati dan menghargai. Semua saling bahu membahu dan membantu. “Dicari kelemahan tentu ada kelemahan, namun bukan itu yang dicari. Karena warga diterima dengan baik pun sudah sangat istimewa,” katanya.

Dasri juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Magelang,  TNI, Polri yang sudah sekian lama memperhatikan keberadaan pengungsi. Juga para relawan dan masyarakat luas pada umumnya. 
Disisi lain, ia ingin agar momentum mengungsi dengan jangka waktu yang cukup lama ini,  di jadikan pembelajaran banyak pihak agar kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Iapun berharap program sister village ini dipertahankan karena sangat bagus. Dengan program desa saudara ini, pengungsi tertangani dengan lebih baik. “Kami berharap, silaturahmi akan terus terjaga, jangan sampai ada yang terluka,” ujarnya.

Dasri mengatakan, dirinya dan warga sebagai warga penyintas, tentu memiliki banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga ia minta maaf bila ada kesalahan.

Disisi lain, ia ingin ada penambahan fasilitas di TEA, seperti membangun gedung dan pavingisasi. Karena apabila nanti ada erupsi yang lebih besar, maka TEA ini bisa menampung warga Babadan I yang jumlahnya ada 700 jiwa.”Kalau untuk pevingisasi, karena setiap hari TEA di guyur hujan dan banyak yang becek. Harapan kami pemerintah menganggarkan untuk hal ini,” katanya.

Disisi lain, dasri juga ingin ada rehabilitasi ekonomi bagi warga. Karena selama 3 bulan mengungsi, perekonomian warga menjadi ‘morat-marit’. “Kami juga ingin pemerintah hadir untuk mendampingi dalam memulihkan perekonomian terutama di sektor pertanian,” harap Dasri.

Sementara itu, sebanyak 25 armada mengangut warga menuju ke desanya. Armada yang disiapkan berasal dari pemerintah Kabupaten Magelang, Banyurojo, relawan maupun warga Babadan sendiri.

Penanggung jawab TEA Banyurojo, Agus Firmansyah menyampaikan, saat ini pengungsi pulang sementara, karena status Merapi masih Siaga. Pengungsi juga dibekali dengan sembako, untuk ketahanan pangan sementara.”Kita bekali sembako untuk ketahanan pangan sementara, kare na kita tahu selama mengungsi, ekonomi mereka juga tidak stabil karena sibuk mengurusi keluarga,” kata Agus yang juga Sekretaris Desa Banyurojo.(watie-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =

Back to top button