Berita UtamaPeristiwa

Hujan Seharian di Solo, 3 Kelurahan Terdampak Banjir

SOLO, detakjateng- Sejumlah wilayah di Kota Solo terendam banjir, Kamis (4/2/2021). Menyusul hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga Rabu malam (3/2/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo mencatat sedikitnya tiga kelurahan di dua kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air mulai 10 centimeter hingga 1,5 meter. Yakni di Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan dan Kelurahan Sewu dan Jebres, Kecamatan Jebres.

“Dari assemen kami di Kecamatan Jebres ada 55 kepala keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi karena air Sungai Bengawan Solo yang meluap masuk ke dalam rumah,” ujar anggota Tim Reaksi Cepat Tanggap, BPBD Solo, Hananto.

Adapun rinciannya, sebanyak 25 KK di Kampung Putat, Kelurahan Sewu dan 30 KK di Kampung Gulon, Kelurahan Jebres. 

“Yang di Putat ada yang mengungsi ke rumah saudaranya dan ada pula yang mengungsi di tanggul. Tapi tadi siang sudah mulai kembali ke rumah karena air sudah mulai surut. Sedangkan warga Kampung Gulon, Kecamatan Jebres juga mengungsi di tempat yang aman,” kata dia.

Meski demikian melihat kondisi cuaca yang masih mendung dan debit air Sungai Bengawan Solo yang masih tinggi, BPBD meminta masyarakat di bantaran sungai untuk tetap waspada. Karena dikhawatirkan air akan kembali naik. 

“Kondisi debit air Sungai Bengawan Solo masih tinggi. Kami imbau warga yang tinggal di pinggir sungai untuk waspada,” ucapnya.

Sementara itu, untuk banjir di Kelurahan Joyontakan, air luapan Sungai Bengawan Solo hanya menggenangi jalan kampung. Dan mulai surut Kamis pagi.

“Air mulai naik itu jam 12 malam. Terus jam 2 pagi tadi mulai masuk kampung. Untung hanya di jalan tidak sampai masuk rumah. Pagi tadi jam 8 pagi sudah mulai surut,” ujar Sutiyem, warga Kampung Joyontakan, Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan. 

Ia mengaku sempat was-was karena sirine Early Warning System (EWS) di pintu Air Joyotakan berbunyi sejak Kamis dini hari. Bahkan ia pun sudah mulai mengemas barang-barang berharga untuk disimpan di tempat yang aman. 

“Takutnya banjir besar lagi seperti 2007 lalu. Karena sirine sudah berbunyi sejak jam 2 pagi. Harapannya jangan turun hujan lagi jadi sungainya tidak meluap lagi,” harapnya. (Putri-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 20 =

Back to top button