Hukum, Kriminal Dan Militer

Isap Tembakau Gorila, Pemuda di Kebumen Mengaku Pernah Melihat Dirinya Mati

KEBUMEN, detakjateng – Jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis tembakau gorila. Kasus tembakau gorila ini sekaligus menjadi kasus pertama yang ditangani Sat Resnarkoba Polres Kebumen di tahun 2021.

Dua tersangka masing-masing inisial KL (23) warga Desa Podoluhur Kecamatan Klirong, Kebumen dan RA (22) warga Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen diamankan dalam kasus itu.
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi mengungkapkan, para tersangka diamankan pada hari Selasa (2/2) sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kos di kawasan Pasar Rabuk Kecamatan Kebumen.


“Berdasarkan laporan warga, kami bergerak. Saat kita geledah rumah kos di Pasar Rabuk, kita dapati barang bukti ini,” jelas AKP Paryudi saat konferensi pers, sembari menunjukkan barang bukti tembakau Gorila, Selasa (9/2/2021).


Dari penangkapan itu polisi mengamankan berupa total 256,83 gram tembakau gorila yang disimpan di dalam kamar kos nya. Tembakau gorila atau ganja sintetis ini oleh tersangka didapatkan dari seseorang di Kabupaten Bandung seharga 2 juta Rupiah per 100 gram nya. Tersangka mengaku sudah menggunakan tembakau gorila sejak tahun 2016 silam.
“Efek yang ditimbulkan dari tembakau ini lebih mengerikan dibanding ganja. Efek halusinasinya lebih ngawur,” terang AKP Paryudi. 


Untuk diketahui, secara fisik tembakau Gorila bentuknya seperti tembakau kebanyakan, namun tembakau jenis ini memiliki kandungan narkotika.Berbeda dengan ganja yang memiliki aroma khas ketika digunakan (dibakar), tembakau gorila tidak berbau. Hal ini membuat orang awam sepintas tidak bisa mengenali narkotika jenis tembakau gorila atau “gori”.


Pengakuan tersangka KL, pertama kali mengkonsumsi tembakau gorila ia mengalami halusinasi hebat. KL pernah melihat dirinya telah meninggal. Saat menghisap gori di kuburan, tersangka melihat batu nisan bertuliskan namanya. Selanjutnya di depannya agak jauh ada lobang hitam melambai-lambai.


“Saat pertama pakai, saya takut Pak. Lihat batu nisan ada nama saya. Terus ada lubang hitam hitam juga. Itu halusinasi saat pertama,” ungkap tersangka KL.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) lebih subsider Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes RI No 32 Tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, denda paling banyak 10 Milyar Rupiah. 


Tak ingin kasus serupa kembali terjadi di Kebumen, Kapolres Kebumen melalui AKP Paryudi berpesan kepada para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya (Farhan/an)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 5 =

Back to top button