Berita Utama

Jam Operasional BRT Trans Jateng Bukateja-Purwokerto Dibatasi

PURBALINGGA, detakjateng – Dalam rangka mendukung gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’, jam operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Bukateja-Purwokerto dibatasi. BRT yang biasanya beroperasi dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00, kini dibatasi perjalanannya dalam dua shift yakni shift pagi dan sore.

“Untuk tanggal 6-7 Februari 2021 kita mulai operasional jam 6 sampai jam 9 pagi, kemudian berhenti dan lanjut lagi untuk shift dua pukul 15.00 sampai 18.00,” kata seorang Pramujasa BRT trans Jateng, Jaeni Adi Prasetyo saat ditemui detakjateng di Terminal Bukateja, Sabtu (6/2).

Ia menambahkan untuk armada BRT Trans Jateng yang beroperasi total ada 14 armada. Tujuh armada berangkat dari Terminal Bukateja menuju Terminal Purwokerto dan sebaliknya tujuh armada berangkat dari Terminal BUlupitu, Purwokerto arah Terminal Bukateja.

“Penumpang jarang, cuma masih ada penumpang, hanya saja tidak banyak kaya biasanya. Saya aja tadi cuma dapat 6 penumpang sekali jalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk operasional BRT Trans Jateng memang tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara ketat. Pihak BRT Trans Jateng menurutnya juga memberikan himbauan agar masyarakat tetap di rumah saja ketika tidak ada kepentingan yang mendesak.

“Bagi masyarakat yang benar-benar tidak mengharuskan untuk bepergian diusahakan untuk tetap di rumah saja,” terangnya.

Ia menuturkan petugas angkutan BRT Trans Jateng yang sudah melakukan perjalanan dan berhenti di Terminal Bukateja untuk mengikuti Rapid Test Antigen yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga di Terminal Bukateja. Kurang lebih 10 petugas BRT Trans Jateng yang mengikuti dan tidak ada yang menunjukan hasil reaktif.

“Termasuk saya juga ikut dirapid antigen, ini sebagai upaya untuk jaga-jaga karena kami kan biasa mobilisasi Bukateja-Purwokerto jadi biar tahu lebih awal jadi perlu dicek,” tutur Jaeni.

Koordinator Terminal Bukateja, Santosa mengatakan dari hasil pantauan dari pagi hingga siang hari tidak didapati adanya angkutan desa (angkudes) yang beroperasi. Menurutnya hanya ada 2 angkutan kota (angkot) tujuan Purbalingga yang jalan namun tanpa penumpang.

“Untuk angkudes hari ini tidak ada yang masuk terminal, yang beroperasi hanya BRT Trans Jateng itupun dibagi dua shift, angkot arah Purbalingga terlihat ada 2 tapi kosong, berarti mereka mengikuti peraturan dari Gubernur untuk di rumah saja,” kata Santosa. (Lilian Kiki Triwulan-tie) 

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − 4 =

Back to top button