Berita Utama

Jateng di Rumah Saja, Pedagang Pasar Buka Setengah Hari hingga Tutup Total

SOLO, detakjateng – Hari pertama pemberlakukan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021), kondisi sejumlah pasar tradisional terlihat sepi dibandingkan hari biasanya. Pasalnya, sebagian pedagang memilih untuk menutup lapaknya selama dua hari alias libur berjualan.

Seperti pantauan di Pasar Harjodaksino, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan. Sebagian besar lapak jualan terlihat tutup, khususnya pedagang los di dalam pasar. Mereka memilih untuk tutup karena khawatir pasar sepi. 

“Di sini memang yang berjualan lebih banyak pedagang dari luar kota, seperti Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Boyolali sampai Sragen. Hanya 20 persen yang warga Solo. Makanya Sabtu ini yang buka ya hanya yang 20 persen itu saja, pedagang dari luar kota memilih tutup,” ujar Lurah Pasar Harjodaksino, Listiyanto saat ditemui Posko Penegakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Pasar Harjodaksino, Sabtu (6/2/2021).

Ia menambahkan, sebenarnya selama Gerakan Jateng di Rumah Saja, pasar tetap buka seperti biasanya, hanya saja keputusan untuk buka atau tidak memang diserahkan ke masing-masing pedagang. Di sisi lain, pihaknya juga melakukan patroli keliling untuk memastikan pedagang yang berjualan maupun pengunjung pasar tetap menerapkan protokol kesehatan. Khususnya memakai masker.

“Kalau ada pedagang yang kedapatan tidak memakai masker, maka akan diberi sanksi penutupan lapak selama tujuh hari. Tadi kami sudah keliling dan semuanya sudah mematuhi aturan,” ucapnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Gading, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasarkliwon. Salah satu pedagang ayam potong, Karimah (41) mengaku kondisi pasar jauh lebih sepi dibandingkan hari biasanya. Selain jumlah pedagang yang buka sedikit, pembeli juga berkurang banyak.

“Biasanya jam 7 pagi sudah laku 15 ekor ayam, ini sudah siang baru terjual 10 ekor. Untungnya hari ini cuma bawa stok sedikit, karena rencananya memang mau buka setengah hari saja. Soalnya sudah menduga hari ini pasti sepi, karena Jumat kemarin sudah banyak yang borong katanya buat stok,” ujarnya.

Meski sepi, namun ia mengaku bersyukur masih bisa buka dan berjualan. Sebab jika harus tutup total selama dua hari, bisa-bisa ia yang tidak bisa makan karena tidak punya penghasilan. “Kalau boleh, di rumah saja ya dua hari ini saja, jangan ada lagi. Kasihan kami pedagang yang jualan buat hidup sehari-hari,” keluhnya.

Sedangkan kondisi sedikit berbeda terlihat di Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Pasarkliwon. Dimana pengunjung masih terlihat ramai, hanya saja sejumlah kios juga terlihat tutup.

“Yang tutup itu karena kecele sudah terlanjur tidak ambil stok barang karena pikirnya pasar tutup selama dua hari, ternyata buka,” ucap Yanti, salah satu pedagang ikan di Pasar Gede. (Putri-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 3 =

Back to top button