Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Kasus Pembunuhan, Sekeluarga di Rembang Polisi Temukan Sidik Jari Pelaku

REMBANG, detakjateng – Penyidik Polres Rembang menyebut sudah menemukan sidik jari yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan empat orang sekeluarga di Desa Turusgede, Rembang. Empat orang korban meninggal adalah Ki Anom Subekti (60), Tri Purwati (50, istri), Alfitri Saidatina (13, anak), Galuh Lintang Laras (10, cucu).

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Bambang Sugito kepada wartawan, Jumat siang (5/2/2021) mengutarakan, sidik jari yang ditemukan lebih dari 1.

“Sudah kita temukan lebih dari satu sidik jari. Nanti kita sampaikan,“ ungkap Bambang.

Dia menambahkan, sepanjang hari Jumat, aparat kepolisian fokus mencari barang bukti, dengan radius 200 Meter dari titik tempat kejadian perkara (TKP). Tidak hanya melibatkan anggota Reskrim saja, bahkan puluhan orang anggota polisi dari satuan Sabhara, juga ikut membantu mencari di kebun jati maupun kebun tebu.

“Ini penyelidikan lanjutan, pencarian barang bukti di sekitar TKP. Pencarian diperluas, 200 Meter kita sisir semua. Ada 44 personil yang terlibat pencarian, “ imbuh Bambang.

Berdasarkan hasil autopsi tim forensik, meninggalnya 4 korban pembunuhan akibat hantaman benda tumpul di kepala. Maka penting mendapatkan barang bukti, apakah berupa kayu, besi atau yang lain, untuk dicocokkan dengan sidik jari di TKP.

Namun sampai Jumat siang, barang bukti yang dicari belum ketemu.

Sementara itu aparat Polres Rembang, Kamis malam menerjunkan anjing pelacak untuk mengendus jejak barang bukti dan pelaku .

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menjelaskan, kalau melihat kondisi TKP dan banyaknya jumlah korban, pelaku diduga lebih dari 1 orang.

“Ya arahnya lebih dari 1 orang. Mohon do’anya, semoga pelaku dalam waktu dekat bisa tertangkap, “ tuturnya.

Rongre mengakui pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan Intel dan Reskrim, guna membongkar pembunuhan sadis ini. Polres Rembang juga diback up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah.

“Kalau saya melihat, dari kasus-kasus pembunuhan sebelumnya, Polres Rembang bisa mengungkap. Untuk kasus ini, kami akui jumlah saksi tergolong minim, “ imbuh Rongre.

Kami sempat menghubungi nomor HP milik salah satu korban, Alm. Anom Subekti, Jum’at pagi (5/2/2021). Namun tidak terdengar nada sambung.

Dari pihak keluarga korban membenarkan HP milik pasangan suami isteri Anom Subekti dan Tri Purwati ikut dibawa pelaku. Muncul dugaan untuk menghilangkan jejak komunikasi, sebelum peristiwa pembunuhan tersebut.

Sementara itu Sugiyono, warga Desa Turusgede yang sudah 20 tahun ikut membantu Anom Subekti dalam bisnis gamelan mengaku pada Kamis malam sebelum kejadian, sekira pukul 23.00 Wib, sempat melihat ada sepeda motor terparkir di depan rumah korban.

Sugiyono mengira motor tersebut milik tukang pijat, karena Anom Subekti sering mengundang tukang pijat datang ke rumah. Ia pun tak menaruh curiga sama sekali.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis malam, sepulang dari rumah mas Danang (anak Anom Subekti-Red), saya melihat ke utara, di depan rumah pak Anom ada motor parkir, helmnya putih di atas spion. Saya kira tukang pijat, tapi tadi saya ketemu sama tukang pijat, katanya tidak ke rumah pak Anom. Kemudian apakah ada kaitan, saya tidak tahu, “ pungkas Sugiyono. (Daryono-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 3 =

Back to top button