Berita UtamaPemerintahan

Keraton Solo Geger Lagi, Dua Putri Kedaton Terkurung di Istana

SOLO, detakjateng- Perseteruan internal Keraton Surakarta Hadiningrat kembali memanas. Kali ini dua putri kedaton, yakni adik Pakubuwono (PB) XIII, GKR Wandansari (Gusti Moeng) dan putri PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani serta dua penari dan seorang pembantu, terkurung di dalam keraton sejak Kamis (11/2/2021) malam. 

Hal tersebut terungkap dari postingan instagram @gkrtimoer, yang diberi tulisan “putri yang terkurung versi 2”. Di postingan tersebut menunjukkan gambar foto suasana di depan Kori Kamandungan pada Kamis pukul 00.30 WIB. Di dalam gedung tersebut, tampak gelap dan tak ada penerangan, sedangkan kondisi ruangan juga nampak berantakan

Sedangkan dari pantauan di kompleks Keraton Solo, sejumlah abdi dalem berusaha memasuki Keraton Surakarta dari Kori Kamandungan, Jumat (12/2/2021). Mereka bermaksud mengantar makanan dan minuman untuk Gusti Moeng, Gusti Timoer serta tiga orang abdi dalem yang ada di dalam. 

Sayangnya upaya mereka gagal. Meski sudah menggedor-gedor pintu Kori Kamandungan namun tetap tak dibukakan. Begitu juga saat meminta kepada petugas keamanan yang berjaga, permintaan mereka tak direspon. Setelah menunggu satu jam mereka pun berusaha menggedor pintu kediaman PB XIII di Sasana Putra, namun juga tak membuahkan hasil.

Salah satu Abdi Dalem Keraton Solo, KMAT Puspa Wening, Yemy Triana (48) mengatakan, ia hanya ingin mengirim makanan dan minuman untuk putrinya yang ikut berada di dalam. Putrinya yang bernama Warna (20) tersebut merupakan salah satu penari keraton yang ikut masuk bersama dua putri kedaton.

“Anak saya masuk ndereke Gusti sekitar jam tiga sore. Anak saya langsung telepon. Saya enggak tahu dikunci jam berapa tapi sampai sekarang enggak bisa keluar. Semalam katanya listriknya juga mati. Makanya saya mau kirim makanan tapi ternyata tidak bisa,” ujarnya. 

Suami Gusti Moeng, KP Eddy Wirabhumi mengatakan, kronologis bermula saat kelima orang tersebut datang ke keraton setelah mendapatkan informasi adanya tamu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (11/2/2021) siang.

“Beberapa saat lalu Gusti menerima surat dari BPK Semarang. Menanyakan pertanggungjawaban keuangan 2018. Karena ada Ketua BPK ke sini lalu Gusti masuk karena pintu keraton terbuka. Tapi ternyata tamunya diarahkan ke bagian barat Keraton. Kemudian sejumlah pintu dikunci. Gusti Moeng berusaha mengakses Keputren untuk menemui BPK, namun malah terkunci sejak Kamis malam,” urainya,

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wakil Pengageng Sasana Wilopo Keraton Solo, KRA Dani Nuradiningrat, memastikan Gusti Moeng, Gusti Timoer, dan penari tidak terkunci maupun terkurung. Sebab mereka bisa keluar kapan pun mereka mau. “Pertanyaannya mereka itu terkurung atau mengurung diri. karena saya jamin tidak ada yang mengunci, kalau mau keluar tinggal bilang saja ke abdi dalem yang ada di dalam pasti dibukakan pintu. Meski mereka itu mbludus, masuk tanpa izin,” tandasnya. (Putri/an).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − ten =

Back to top button