Pemerintahan

Khawatirkan Baby Booming Selama Pandemi, DPPKB Solo Lakukan Antisipasi 

SOLO, detakjateng- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solo mengkhawatirkan risiko terjadinya baby booming selama Pandemi Covid-19. Pasalnya, selama sembilan bulan terakhir masyarakat cenderung lebih banyak beraktivitas di rumah.

Kepala DPPKB Kota Solo, Purwanti mengatakan, selama pandemi memang banyak kebijakan pemerintah yang membuat masyarakat agar lebih banyak tinggal di rumah. Hal tersebut otomatis membuat risiko terjadinya kehamilan lebih tinggi. Khususnya bagi pasangan usia subur. 

“Biasanya mereka keluar rumah, tapi karena ada anjuran pemerintah banyak di rumah, otomatis ada kontak yang intens antara suami istri dan ini menjadi salah satu faktor yang bisa menimbulkan kehamilan. Karena itu, kalau tidak dicegah bisa terjadi baby booming,” ujarnya usai penyerahan sepeda keranjang untuk Petugas Pembantu KB tingkat Kelurahan dan RW di Pendapi Gede Kompleks Balaikota Solo, Jumat (5/2/2021).

Selain baby booming, lanjutnya, kehamilan saat pandemi juga memiliki risiko lain, yakni terpapar Covid-19. Mengingat fasilitas kesehatan (faskes) memiliki resiko penyebaran lebih besar dibandingkan tempat lain. Karena itu, diharapkan pasangan usia subur bisa menunda kehamilan sampai selesai pandemi dengan mengikuti program KB. 

Hal itulah yang membuat upaya pencegahan kehamilan di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Karena itu, sejumlah upaya pun dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kelak tidak terjadi baby booming. Salah satunya penyuluhan langsung dengan door to door untuk mengedukasi pasangan suami istri.

“Kami secara proaktif setiap hari melakukan siaran keliling dengan menggunakan mobil untuk woro-woro. Termasuk juga membawa kondom dan pil KB untuk membantu pasangan suami istri usia subur tidak perlu ke fasilitas kesehatan, karena kan juga rawan penyebaran Covid-19. 

Sehingga diharapkan dengan bantuan sepeda yang diberikan bisa memudahkan 

petugas pembantu KB tingkat kelurahan sampai RW untuk berkeliling langsung ke rumah-rumah warga untuk berkomunikasi, edukasi dan pembinaan kepada pasangan usia subur di Kota Solo. 

“Kita berharap para petugas pembantu KB ini bisa bekerja maksimal sehingga baby booming tidak terjadi tahun ini. Sebab kalau dirunut dari awal pandemi di bulan Maret, perkiraan peningkatan angka kelahiran akan terjadi tahun ini. Tapi harapan kami angkanya tidak naik banyak dibanding tahun lalu. Sebab dari 2019 ke 2020 sudah ada peningkatan angka kelahiran yakni dari 10.973 jiwa menjadi 10.980 jiwa,” katanya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × three =

Back to top button