Berita UtamaKesehatan

Lima Ribu Alat Rapid Antigen Didistribusikan di Kulon Progo

KULON PROGO, detakjateng – Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima bantuan ribuan unit alat rapid test antigen bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPNB). Kini alat-alat tersebut telah didistribusikan ke seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) milik Pemkab Kulon Progo.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan bila Kulon Progo mendapatkan 5.000 unit alat rapid test antigen. Bantuan alat guna mempercepat proses tracing pasien Covid-19 itu didistribusikan ke dua rumah sakit rujukan dan seluruh puskesmas di Kulon Progo.

“Ya kemarin kita sudah terima 5.000 alat rapid antigen dari BNPB, yang selanjutnya akan segera didistribusikan ke dua rumah sakit rujukan dan puskesmas di Kulon Progo,” Selasa (02/02/2021).

Di puskesmas, alat itu bakal digunakan untuk mengecek apakah pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap maupun ibu hamil di ruang bersalin terinfeksi virus. Hal itu bisa diketahui dari gejala yang muncul dari pasien yang bersangkutan. 

Apabila hasil rapid dari pasien menunjukkan positif Covid-19 diharapkan tenaga kesehatan (nakes) bisa memberikan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku. Hasil rapid ini juga menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak. Jika menunjukkan hasil positif besar kemudian penanganan lanjutan dilakukan di rumah sakit.  

Adapun kegunaan alat rapid antigen di rumah sakit adalah untuk mengecek pasien yang memiliki gejala penyakit berat mengarah Covid-19 atau pasien yang akan menjalani operasi. Dengan demikian diagnosa terhadap pasien positif Covid-19 bisa dilakukan lebih cepat.

Baning mengatakan pendistribusian alat rapid antigen ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 2.950 alat. Rinciannya masing-masing rumah sakit milik pemerintah, yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo sebanyak 200 alat, puskesmas rawat inap 150 alat dan puskesmas non rawat inap 100 alat.

“Kita distribusikan 2.950 dulu, jika nanti ada kekurangan fasyankes bisa kembali mengajukan tambahan alat ke Dinkes Kulon Progo,” ucapnya. 

Dikatakan oleh Baning, kehadiran alat rapid antigen di fasyankes ini secara tidak langsung juga akan mempercepat proses tracing kontak erat kasus positif. Jawatannya telah meminta kepada seluruh puskesmas di Kulon Progo untuk melakukan upaya tracing dengan cepat bila ditemukan adanya pasien terpapar Covid-19.

“Kita juga sudah mengadakan sosialisasi tentang self assessment terhadap masyarakat, sehingga jika ada yang masuk kontak erat bisa langsung melakukan karantina, dan melapor ke puskesmas,” ujarnya.(Jati Asmoro-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 3 =

Back to top button