Berita UtamaPeristiwa

Masih Bersatus Siaga, BNPB Izinkan Pengungsi Merapi Tinggalkan TES

KLATEN, detakjateng – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengizinkan pengungsi Merapi di wilayah setempat untuk meninggalkan Tempat Evakuasi Sementara (TES). Warga yang tinggal di Kawasan Rawan Becana (KRB) III diizinkan kembali ke rumah masing-masing dengan catatan akan dijemput dan tinggal di TES jika Merapi kembali erupsi.

“Kehadiran saya ke sini untuk mengecek mengenai kabar banyak pengungsi yang kundur kembali ke rumah masing-masing. Pemberian izin kepada pengungsi untuk kembali ke rumahnya juga didasarkan informasi Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang menyebutkan aktivitas Merapi sudah mulai menurun. Namun demikian status Siaga masih tetap,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Klaten SIP Anwar ketika ditemui di TES Balerante Kecamatan Manisrenggo Klaten, Rabu (3/1/2021).

Sebelum mendatangi TES Balerante, Lilik sudah mendatangi Tempat Evakuasi Sementara di Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Sleman guna melakukan pengecekan mengenai kabar banyak pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing. Pemberian izin merupakan suatu pilhan. Artinya pengungsi boleh saja tetap tinggal di TES sehingga bila pengungsi hendak kembali ke rumah tinggalnya akan difasilitasi dengan catatan mereka harus kembali ke tempat evakuasi sementara jika terjadi erupsi.

Dengan kembalinya pengungsi ke rumah masing-masing menjadi tugas BPBD untuk melakukan pengecekan. Selain itu juga menyiapkan TES dengan melakukan penyemprotan desinfektan , sehingga lokasi setempat siap digunakan kembali sewaktu-waktu diperlukan. Penyemprotan desinfektan dilakukan terkait pandemi Covid 19.

“Di Sleman hari ini sudah ada yang kembali tetapi juga ada yang masih tinggal di Pengungsian. Hari ini di Klaten kita melihat hamper semua kembali ke rumah dengan catatan kesiapsiagan tetap kita lakukan” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klaten SIP Anwar menjelaskan, di wilayah setempat terdapat dua TES yakni di Balerante terdapat 227 pengungsi berikut ternak dan Tegalmulyo dengan 108 pengungsi serta ternak. Pemberian izin kembali ke rumah sehubungan adanya permintan dari pengungsi. Mereka sudah terlalu lama tinggal di TES tepatnya sejak 6 November 2020 hingga hari ini.

Selain para pengungsi mengalami kejenuhan, ada informasi dari BPPTKG menyampaikan bahwa kondisi merapi sudah mengalami penurunan cukup signifikan baik deformasi maupun lava pijar. Alasan berikutnya yakni kondisi pandemi Covid menimbulkan kerumunan karena di pengungsian banyak orang datang dari luar meskipun selalu menerapkan protokol kesehatan.

BPBD Klaten akan bekerja dengan pihak desa dan semua instansi untuk melakukan ronda ke wilayah pengungsi berdomisili dan mempersiapkan TES bila sewaktu-waktu digunakan kembali. Selain itu juga bekerjasama dengan perangkat desa memberikan bantuan logistik kepada pengungsi yang kembali ke rumah.

“Pemerintah sama sekali tidak memulangkan. Justru pemerintah menginginkan para pengungsi masih tetap di TES . Kalau di sni mereka lebih aman, nyaman, kepenak yang mengawasi. Fasilitas kesehatan ada. Kita tak bisa memaksa pengungsi untuk tidak kembali ke rumah,” terangnya. (Bagus/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − twelve =

Back to top button