Berita UtamaFeatured

Mencicipi Legitnya Durian ‘Kartana’ Asli Desa Nangkod

PURBALINGGA, detakjateng – Durian, mendengarnya saja sudah membuat terbayang-bayang untuk mencicipi rasanya. Siapa yang tidak mengenal buah satu ini, aromanya yang tajam, rasanya yang beragam membuat rasa penasaran ingin segera menikmati buah durian.

Di Kabupaten Purbalingga tepatnya di Desa Nangkod, Kecamatan Kejobong ada satu durian lokal yang menjadi unggulan, Durian ‘Kartana’ begitu warga setempat menamainya. Durian ini tumbuh dari pohon yang usianya kurang lebih 150 tahun dengan cita rasa yang legit, manis bahkan ada sedikit rasa pahitnya.

Durian ‘Kartana’ memang belum banyak dibudidayakan oleh warga Desa Nangkod. Ada satu anakkan pohon dari Durian ‘Kartana’ yang kemudian dikembangbiakan oleh Sutoyo warga Desa Nangkod dengan usia pohon kurang lebih 50 tahun.

Nama ‘Kartana’ sendiri diambil dari nama pemilik pohon durian yang pertama. Dijadikan sebagai nama durian karena sebagai bentuk penghargaan para kasepuhan yang telah menanam yang letaknya di kebun dekat dengan pemukiman warga.

Sutoyo mengatakan lingkar batang dari pohon durian ‘Kartana’ mencapai 2,6 meter dan tinggi pohon ditaksir 51,2 meter. Sekali panen indukan pohon durian ‘Kartana bisa menghasilkan 350 – 500 buah dalam satu pohonnya dengan berat rata-rata 4-7 kg/buah.

“Rasanya itu stabil legit, manis, dan ada pahit-pahitnya, aromanya juga kuat. Daging buahnya kecil dan bijinya pipih kecil,” kata Sutoyo saat dijumpai detakjateng, Senin (1/2/2021).

Sutoyo mengatakan durian ‘Kartana’ sedang diajukan untuk mendapatkan sertifikasi varietas durian unggul lokal. Karena dari segi usia pohon dan untuk ukuran serta rasanya sudah bisa diajukan sertifikasi unggul lokal.

“Memang durian ‘Kartana’ ini belum pernah mengikuti lomba, tapi dari segi rasa, ukuran dan juga usia pohon ini sudah layak untuk diajukan sebagai varietas unggul lokal,” ujarnya.

Kepala Desa Nangkod, Sahlan mengatakan pihak desa sedang mengupayakan agar bisa menjadi varietas unggul lokal. Pihaknya mendukung pengajuan sertifikasi, hal ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan potensi lokal dari Desa Nangkod.

“Kami berharap Durian ini bisa dikenal sebagai varietas unggul lokal dan bisa dikembangbiakkan. Ini menjadi langkah awal untuk mengangkat potensi yang ada,” terang Sahlan.

Kepala BPP Kecamatan Kejobong, Agus Slamet mengatakan durian ‘Kartana’ sebetulnya sudah mulai diajukan untuk sertifikasi durian lokal sejak satu tahun yang lalu, namun baru terlaksana pada 2021. Ia menjelaskan Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga juga sudah melakukan verifikasi terhadap durian lokal dari segi lingkar pohon, ketinggian, daun, warna kulit buah dan daging buah, ketebalan daging dan biji.

“Harapan kami, durian ‘Kartana’ ini bisa mendapat sertifikasi unggul lokal, sehingga nantinya juga akan memberikan dampak positif bagi warga Desa Nangkod dan juga jadi durian khas Purbalingga,” harapnya. (Lilian Kiki Triwulan/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − two =

Back to top button