Hukum, Kriminal Dan Militer

Merasa Ditipu, Nasabah BRI Banjarnegara Ajukan Gugatan Perdata Senilai 6 Milyar

BANJARNEGARA, detakjateng – Seorang nasabah BRI Banjarnegara mengajukan gugatan melawan hukum ke pengadilan negeri Banjarnegara, Jumat ( 5/2). Penggugat merasa dirugikan akibat ulah oknum pegawai bank tersebut.

Adie Bastian Warga Dawuhan Madukara Banjarnegara mengungkapkan, ia terpaksa mengajukan gugatan hukum karena merasa dirugikan.” Awalnya kami mengajukan, pinjaman ke BRI, nilai terakhir satu milyar. Kami sudah melakukan pembayaran pokok dan bunga, tapi jaminan tidak keluar,” ungkapnya.

Namun setelah ditelusuri rupanya disalahgunakan oleh oknum pegawai bank tersebut. Bahkan, pembayaran pinjaman dilakukan dikantor BRI Banjarnegara dan mendapat bukti setor dan bukti pelunasan.”  Kami sudah membayar pokok dan bunga, tapi kemudian muncul tagihan lagi, padahal saat pembayaran juga dilakukan dikantor,” tambahnya.

Terkait kasus tersebut, pihaknya juga sudah pernah melakukan mediasi dengan pimpinan cabang. Namun hingga dua kali pergantian pimpinan cabang belum juga diselesaikan. Padahal pihak pelaku juga sudah mengakui perbuatannya.” Kami pernah melakukan mediasi, pelaku sudah mengakui dan ada juga surat pernyataan dan bermateri,” jelas Adie Bastian.

Penasehat hukum Korban, Nanang Sugiri SH dalam gugatannya menjelaskan, kronologi peristiwa sengketa tersebut.

Dalam kasus ini pihak tergugat 1 yakni  BRI Banjarnegara. Sedang tergugat 2 Andon Karuna Putra warga Sigaluh Banjarnegara, selaku karyawan.

Nanang menjelaskan, awalnya tgl 27 Januari 2016, penggugat memperoleh fasilitas kredit senilai 700 juta, sesuai perjanjian kredit no 45 Tanggal 27 Januari 2016. ‘ Sebagai jaminan tanah dan bangunan sertifikat SHM di desa Dawuhan kecamatan Madukara atas nama M Supriyanto dan jaminan kedua tanah dan bangunan sertifikat SHM atas nama M Supriyanto,’ tuturnya.

Dua bidang tanah tersebut saat ini menjadi objek sengketa. Pihak penggugat selanjutnya perpanjangan kredit menjadi Rp 1 milyar pada 30 Januari 2018, perpanjangan tersebut berakhir 27 Januari 2019. Kemudian setelah perpanjangan kredit tersebut, penggugat hanya menggunakan Rp 500 juta. ”  Kemudian pada tanggal 26 Agustus 2019, nasabah membayar pokok pinjaman senilai Rp 450 juta. Pembayaran dilakukan dikantor BRI Banjarnegara,” jelas Nanang.

Diungkapkan sebelum berakhir perjanjian kredit tanggal 20 Desember 2019, penggugat melakukan pelunasan dikantor BRI Banjarnegara senilai 152 juta termasuk dengan bunga. ” Pada saat pelunasan dibantu oleh pegawai, setelah selesai juga diberikan bukti pelunasan,” ungkapnya.

Setelah pelunasan, nasabah menanyakan jaminan sertifikat untuk dikembalikan, rupanya pihak tergugat selalu mengulur dan berjanji. Tanggal 12 Mei 2020, pihak keluarga kemudian menanyakan ke pihak BRI. Setelah melakukan konfirmasi baru diketahui bahwa dana pelunasan yang sudah disetor ternyata disalahgunakan.

” Yang lebih membuat shock pihak keluarga yakni pihak perbankan tidak mau bertanggung jawab. Bahkan hingga bulan Januari 2021 nasabah masih ditagih senilai Rp 1.146.864.594. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke Polres Banjarnegara dengan nomor laporan LP/ B/73/IX/2020/ JATENG/ RES BNA Tanggal 22 September 2020.,” tambahnya.

Menurut Nanang, sudah seharusnya BRI Banjarnegara bertanggung jawab karena, nasabah sudah melakukan kewajiban nya dengan baik. Selain itu ia juga dilayani oleh karyawan bank tersebut dikantor dan pada saat jam kerja.

Pada Jum’at (05/02) kemarin gugatan perdata sudah didaftarkan di pengadilan negeri Banjarnegara. Dalam gugatan tersebut juga disebutkan kerugian immaterial senilai Rp 6 milyar.

Sementara saat dikonfirmasi,Samsurizal selaku asisten manager pemasaran (AMP) BRI Banjarnegara, mengatakan bahwa terkait kasus tersebut saat ini sedang ditangani polres Banjarnegara. Pihaknya mengaku rutin berkordinasi dengan polres. ” Kami juga berharap ada perkembangan positif, kami juga menginginkan bisa segera selesai,” ungkap Samsurizal, saat ditemui wartawan bersama dengan Ismawanto bagian SDM BRI Banjarnegara (Ana Nurani/PT)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × one =

Back to top button