Berita UtamaPemerintahan

Pemkab Brebes Targetkan Pendapatan Sektor Aset Daerah Rp 1,7 M

BREBES, detakjateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes akan menggenjot peningkatan pendapatan di sektor aset daerah. Pasalnya, tahun ini DPRD Kabupaten Brebes menarget pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor aset sebesar Rp 1,7 miliar.

“Memang benar, kami ditarget sebesar Rp 1,7 miliar untuk peningkatan PAD lewart sektor aset daerah. Aset daerah sesuai dengan Perda Kabupaten Brebes ada tiga sasaran yang akan dikerjakan, yakni melalui sewa tanah eks bengkok guru, hasil penjualan barang bekas dan sewa gedung bangunan BPR/BKK,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Aset, Drs Diding Suandi MSi saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).

Diding menambahkan, terkait dengan sewa tanah milik Pemkab Brebes yang ada di beberapa titik lokasi, saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan sebelumnya telah dilaksanakan inventarisasi.

Sementara untuk peningkatan pendapatan lain yang kedua yakni melalui hasil penjualan barang bekas, yang nantinya ada usulan penghapusan dan harus melalui lelang KPKL, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua serta kendaraan roda tiga.

Lebih jauh Duding mengatakan, kendala yang dihadapi dalam rangka mengejar pendapatan daerah di sektor ini, salah satunya berupa keterbatasannya jumah tenaga atau personel di lapangan yang melakukan pekerjaan menginventarisir aset tanah eks bengkok guru.

“Kita kekurangan tenaga di lapangan dalam rangka mengiventarisir aset daerah yang tersebar di bebapa titik di wilayah Kabupaten Brebes. Untuk itu, Kami melibatkan Kopak maupun Kades dalam rangka kegiatan dimaksud,” imbuhnya.

Sementara target pendapatan yang ketiga, yaitu untuk sewa gedung bangunan BKK dan BPR, dimana sebagian besar merupakan milik Pemkab Brebes. Ada juga gedungnya milik BKK/BR tapi tanahnya milik Pemkab Btebes juga ada.

“Tahun 2020 lalu, target PAD dari sektor aset daerah sebesar Rp 500 juta. Namun terjadi over atau kelebihan pendapatan dari target yang telah ditetapkan, yakni mencapai sekitar Rp 800 juta,” lanjut Diding.

Dia mengaku tidak terlalu optimis target di tahun 2021 untuk peningkatan pendapatan dari sektor aset daerah sebesar Rp 1,7 miliar bisa terpenuhi. Pasalnya, terkendala sewa aset tanah Pemkab Brebes khususnya eks tanah bengkok guru yang dulu tarif sewanya murah, kemudian dikaji ulang akhirnya diterbitkan Perda untuk evaluasi. Hingga akhirnya ketemu harga sewanya sepuluh kali lipat dari sewa tanah sebelumnya.

“Terkait dengan kenaikan sewa lahan eks bengkok guru milik Pemkab Brebes yang berada di desa-desa, sudah kita sosialisasikan dan komunikasikan dengan para kepala desa serta calon peminat sewa lahan lainnya terkait penyesuaian tarif baru atas sewa aset tanah milik Pemkab Brebes . Mudah-mudahan dengan adanya kenaikan sewa lahan eks bengkok ini target yang dipatok dapat terpenuhi,” pungkasnya. (Eko S/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + 17 =

Back to top button