Berita UtamaHukum, Kriminal Dan Militer

Rumkitlap Benteng Vastenburg Selesai 96 Persen, Operasional Tunggu Nakes Kuasai Alkes

SOLO, detakjateng – Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg di Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo hampir selesai dibangun. Bahkan jika diprosentase progresnya telah mencapai 96 persen. Hanya saja, belum diketahui kapan pengoperasionalannya.

Danrem 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Rano Tilaar mengatakan, untuk pengoperasionalan Rumkitlap Benteng Vastenburg pihaknya menunggu selesainya training para tenaga kesehatan (nakes) yang nantinya akan bertugas di rumkitlap. Sebab, peralatan kesehatan (alkes) yang digunakan di sana semuanya merupakan teknologi terbaru yang berbeda dengan alkes yang ada di rumah sakit pada umumnya.

“Kegiatan gelar rumkitlap ini ada dua tahap. Pertama pelaksanaan pendirian infrastruktur, dimana saat ini sudah 96 persen, karena tinggal penyelesaian instalasi listrik dan air. Kedua, adaptasi nakes terhadap alkes-alkes yang merupakan peralatan canggih dan paling modern serta portabel yang baru pertama ditemui para nakes di sini. Makanya perlu pelatihan untuk penggunaannya,” ujarnya saat ditemui di Rumkitlap Benteng Vastenburg, Kamis (11/2/2021).

Di sisi lain, lanjutnya, instruktur dari vendor yang seharusnya memberikan pelatihan mengenai pengenalan dan penggunaan alket di Rumkitlap saat ini masih diperbantukan di Rumkitlap Jakarta. Sebab, di sana progres pendirian di sana lebih lambat dibandingkan di Solo.

“Karena itu, briefing untuk transfer knowledge penggunaan alkes-alkes di Rumkitlap Benteng Vastenburg ini menunggu kedatangan para trainer dari vendor ini. Harapannya, yang Jakarta cepat selesai, sehingga mereka bisa segera ke Solo untuk melakukan briefing kepada nakes yang ada di sini,” katanya.

Sementara itu, untuk suplai listrik, Manager PLN UP3 Surakarta, Ari Prasetyo Nugroho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan daya sebesar 3 x 197 KvA dengan menggunakan trafo mobile yang terpasang di luar bangunan benteng. Daya tersebut akan didistribusikan oleh travo baru yang sudah dipasang di enam titik di dalam kawasan benteng.

“Kenapa kami juga memasang box trafo di dalam, karena area benteng luas, sehingga dengan adanya enam trafo ini diharapkan memudahkan penyambungan karena peralatan medis pastinya juga menyebar,” ujarnya.

Suplai listrik sendiri diambil dari gardu induk di Mangkunegaran yang diback up tiga penyulang, yakni unit 4, 5 dan 7. “Dan backup penyulang ini menggunakan remote, sehingga jika satu penyulang bermasalah otomatis akan dialihkan ke penyulang lainnya. Kemudian untuk genset juga kita pasang alat otomatis. Sehingga begitu mati lampu hanya lima detik langsung dialihkan ke genset,” urainya. (Putri/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 2 =

Back to top button