Berita UtamaEkonomi

Sepi Pembeli Saat ‘Jateng di Rumah Saja’, Pedagang Pasar Segamas Purbalingga Mengeluh

PURBALINGGA, detakjateng – Pedagang Pasar Segamas Purbalingga mulai merapikan dagangannya dan menutup kiosnya pada Minggu (7/2/2021) siang. Mereka pun mengeluh karena program ‘Jateng di Rumah Saja’ membuat sepi pembeli.

Siang itu hanya tinggal beberapa pedagang dan pembeli yang masih berada di Pasar Segamas. Sebagian kios sudah tertutup dan pedagang beranjak pulang pada pukul 11.00 wib.

Sejak adanya gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ beberapa pedagang mengaku sepi pembeli dan pendapatannya menurun. Wasis (49) salah satu pedagang di Pasar Segamas mengaku pasar sepi apalagi sejak adanya gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’.

“Sekarang pasarnya sepi gak ada pembeli yang datang karena jalannya juga beberapa ditutup, tutupnya juga sampai jam 11.00 wib,” kata Wasis saat ditemui detakjateng, Minggu (7/2/2021).

Wasis mengaku ketika pandemi Covid-19 pendapatannya terus menurun apalagi ditambah dengan gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ pembeli tidak ada yang datang. Namun, Wasis tetap bertahan dan berjualan meskipun harapan untuk mendapat penghasilan sangat minim.

“Saya tetap berjualan, setidaknya ada pemasukan walaupun sedikit. Semoga besok bisa normal kembali,” ujarnya

Mendengar beberapa keluhan dari pedagang, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang memonitoring Pasar Segamas menjelaskan gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ hanya dua hari (6-7/2). Pasar tradisional akan beroperasi lagi secara normal pada Senin (8/2) esok dan seterusnya.

“Besok sudah normal lagi operasional pasarnya, ini hanya dua hari saja. Tetap jaga kesehatan,” kata bupati.

Selain Pasar Segamas, Bupati Tiwi juga meninjau kondisi Pasar Bukateja dengan adanya gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’. Ia menuturkan, di Pasar Bukateja masih relatif normal seperti biasa dan pedagang juga mematuhi pembatasan operasional pasar hingga pukul 11.00 wib.

“Tadi kami sempat berdialog dengan salah satu pedagang pasar, untuk penjualannya masih seperti biasa dan tidak ada pengurangan,” imbuhnya. (Lilian Kiki Triwulan/TR).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 1 =

Back to top button