Berita UtamaEkonomi

Setahun Pasar Lohjinawi Purbalingga Geliatkan UMKM Desa Serayularangan

PURBALINGGA, detakjateng – Pasar Wisata Lohjinawi, Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet genap berusia satu tahun. Kepala Desa Serayularangan, Fajar Prasetyo Utomo mengatakan hadirnya Pasar Lohjinawi untuk menggeliatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Serayularangan.

“Memasuki satu tahun, kami berharap Pasar Lohjinawi bisa menjadi salah satu jalan untuk membantu meningkatkan perekonomian warga di Desa Serayularangan,” kata Fajar saat ditemui detakjateng, Kamis (11/2/2021) hari ini.

Fajar menuturkan meski sempat terdampak covid-19 namun para pelaku Pasar Lohjinawi tetap bangkit dan semangat walaupun dengan berbagai keterbatasan. Menurutnya kegigihan dan kekompakan para pelaku Pasar Lohjinawi menjadi modal utama untuk memajukan perekonomian desa.

“Tidak mudah memang, tapi karena semangat dan usaha dibantu para generasi muda tentunya ini bisa sebagai modal untuk kemajuan kita semua,” ujarnya.

Ketua Pasar Wisata Lohjinawi, Ginanjar Noviono mengatakan untuk memperingati satu tahun usia Pasar Lohjinawi, pihaknya mengangkat tagline ‘Pemudane Obah, Desane Sumringah’. Tujuannya untuk menggerakan para pemuda dan generasi muda di Desa Serayularangan untuk bersama memberikan sumbangsih dan ikut serta dalam membangun desa.

“Tentunya kami ingin masyarakat sumringah atau bahagia lahir batin walaupun di tengah situasi covid-19,” kata Ginanjar.

Ia menuturkan Pasar Lohjinawi tetap bergerak begitupun dengan para pelaku UMKM yang tergabung di dalamnya. Seperti cita-cita pada awal berdirinya Pasar Lohjinawi yakni bagaimana mengangkat potensi yang ada di Desa Serayularangan dan menggerakan perekonomian masyarakat desa.

“Ada banyak potensi yang bisa diangkat di Desa Serayularangan seperti kuliner, budaya, wisata alam dan potensi lainnya yang bisa dihadirkan melalui Pasar Wisata Lohjinawi,” ujarnya.

Ginanjar menyampaikan pada usianya yang genap satu tahun, Pasar Lohjinawi mengadakan acara tasyakuran sebagai wujud syukur masih dapat bertahan di tengah pandemi covid-19. Tasyakuran satu tahun pasar wisata tersebut juga untuk menyambung tali silaturahmi antar warga desa setempat.

“Acara kami lakukan di lokasi pasar dan dihadiri oleh pengelola pasar, pedagang pasar, lembaga desa, perwakilan masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Ginanjar.

Tasyakuran satu tahun Pasar Lohjinawi juga dikemas dengan nuansa yang berbeda yakni dilaksanakan pada malam hari. Menurut Ginanjar, Pasar Lohjinawi pada malam hari cukup menarik dengan perpaduan antara tradisional dan milenial.

“Tentu dengan pendekatan ke kaum milenial tanpa meninggalkan kesan tradisional yang menjadi ciri khas Pasar Wisata Lohjinawi,” pungkasnya. (Lilian Kiki Triwulan-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 16 =

Back to top button