Berita UtamaPeristiwa

Tanggul Sungai Jebol, Warga Pesu Klaten Kebanjiran

KLATEN, detakjateng- Hujan yang turun di wilayah Klaten ternyata menyebabkan puluhan warga di wilayah RW 4 Desa Pesu kecamatan Wedi harus mengungsi.

Penyebabnya rumah  warga tergenang air dengan kedalaman 20 Cm hingga 100 Cm. Banjir  yang menggenangi kediaman penduduk muncul, menyusul  jebolnya  tanggul Sungai Slegrengan yang berada di tepi desa setempat

“Kami sekeluarga belum bisa pulang ke rumah karena kedalaman air masih berkisar 50 Cm dari semula 100 Cm”, tutur Klejo (50) penduduk RW 4 Desa Pesu Kecamatan Wedi Kab Klaten, Jumat (5/2/2021).

Banjir di wilayah tempat tinggalnya, tutur Klejo ketika ditemui di dekat lokasi tanggul kali yang jebol, berlangsung semalam sebelumnya sekitar jam 19.00 WIB. Ketika itu dirinya bersama keluarga tengah berada di rumah dikejutkan masuknya air kedalam tempat tinggalnya.

Ketinggian air yang semakin meningkat mendorong dirinya segera mengungsikan anak dan istri. Bersamaan dengan itu, diketahui bahwa banjir yang muncul disebabkan jebolnya tanggul sungai Slegrengan  yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

‘’Banjir yang datang begitu cepat tidak memungkinkan dirinya menyelamatkan harta bendanyadari genangan air”, tuturnya seraya menambahkan keluarganya mengungsi di Balaidesa setempat.

‘’Air banjir yang muncul sebagai akibat jebolnya tanggul sungai Slegrengan,’’ tutur Jono (50) warga  RW 4 Desa Pesu Kecamatan Wedi Klaten.

Banjir, juga menyebabkan terhambatnya arus lalu lintas di ruas jalan  yang menghubungkan Wedi ke Wonosari GunungKidul DIY.

Sismanto Joko Susilo perangkat Desa Pesu Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten ketika dikonfirmasi membenarkan jebolnya tanggul Sungai Slegrengan yang berbatasan dengan desa Kragilan Kecamatan Gantiwarno Kab Klaten.

Tanggul sungai di sisi Timur Jebol sekitar 15 meter dan mengakibatkan air sungai masuk ke wilayah RT 6 dan RT 7 RW 4 Desa Pesu.

Ada banjir menyebabkan puluhan warga mengungsi dari kediamannya ke tempat yang tidak tergenang air. Lokasi pengungsian ada di GOR dan Balai Desa setempat dan sejumlah tempat lain.

Diakui pihaknya belum dapat memastikan jumlah pengungsi dan kerugian yang dialami akibat banjir. Yang diketahui hanyalah  sekitar 75 warga RT 06 dan 60 penduduk RT 7  RW 4 terdampak banjir akibat jebolnya sungai Slegrengan. (Bagus-tie)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 2 =

Back to top button