Hukum, Kriminal Dan Militer

Todongkan Senpi, Pelaku Pembalakan Hutan Diringkus Polisi

BLORA, detakjateng. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora mengamankan 3 orang  pelaku pembalakan liar dan penganiayaan mantri hutan yang terjadi pada Desember 2020 lalu. 

Ketiga Tersangka adalah Mudianto (28) warga Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur,  Farid (29) warga Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur, serta Soniawan (42) warga kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Jawa Timur. Ketiganya ditangkap petugas saat berada di wilayah Kecamatan Bangilan dan Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan kejadian bermula saat korban, yang merupakan seorang mantri hutan bernama Nyarwoto  didatangi pelaku yang berjumlah 25 orang  dengan mengendari 2 unit truk. Korban yang saat itu berada di dalam Pos langsung disekap dengan disertai ancaman dengan menodongkan sejenis senjata api di kepala dan perut korban agar korban tidak melawan.

“Setelah itu korban diminta uang yang dibawanya senilai Rp 1.900.000,- dan hanphone jenis VIVO oleh salah satu pelaku, setelah itu korban diikat tangan dan kakinya dengan tali rafia warna hijau, yang kemudian dalam keadaan korban disekap dan dijaga oleh 4 orang pelaku, pelaku yang lain melakukan penebangan pohon di petak 5105 A,”kata Kapolres saat pres rilis di Mapolres Blora, Senin (15/2).

Dalam aksinya tersebut, Pelaku berhasil menebang sebanyak 2 pohon jenis sonokeling ukuran keliling 270 cm sebanyak 1 batang dan ukuran keliling 240 cm sebanyak 1 batang  hingga roboh, yang kemudian diangkut pelaku dengan menggunakan 2 unit truk dan setelah itu korban ditinggal pelaku dalam keadaan terikat.

“Dari kejadian tersebut negara melalui perhutani KPH Cepu mengalamai kerugian sebesar Rp 41.596.000.-  dan korban sendiri mengalami kerugian sebesar Rp 1.900.000,- dan selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Blora” ucapnya. 

Adapun barang bukti yang diamankan adalah berupa tali rafia untuk mengikat korban, 1 unit truk No.Pol H 9613 AE warna kuning, 1 buah pedang panjang ± 70 cm, 3 buah hanphone milik tersangka, 2 batang kayu sonokeling sisa cabang 2 pohon yang ditebang pelaku, 2 buah sepatu boot milik korban, 1 buah tas warna hitam milik korban, 1 buah botol air mineral berkai oli dan 2 buah botol air minum.

“Atas perbuatannya pelaku dijeratPasal 12 huruf b Jo Pasal 82 ayat 1 huruf b UU RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan atau pencurian dg kekerasan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (Ramananda/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =

Back to top button