Pemerintahan

TSTJ Tutup Sementara, Puluhan Pegawai Terancam Dirumahkan

SOLO, detakjateng – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo kembali ditutup untuk umum mulai Senin (1/2/2021). Nasib puluhan karyawan kebun binatang itu pun terancam dirumahkan, mengingat selama penutupan praktis tidak ada pemasukan.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, besar kemungkinan TSTJ akan ditutup selama Pandemi Covid-19. Pasalnya, semenjak dibuka kembali pada 19 Juni lalu hingga saat ini pun jumlah pengunjung sangat sedikit. Sehingga berpengaruh terhadap pendapatan dan kesulitan untuk menutup biaya operasional.

“Percuma kalau dibuka, pemasukannya tidak bisa menutup biaya operasional. Dan kami pun tidak bisa memberikan anggaran kalau tetap buka, makanya daripada kena masalah akhirnya keputusannya ditutup sekalian saja,” ujarnya saat ditemui di Balaikota Solo, Senin (1/2/2021).

Disinggung mengenai nasib satwa yang ada, Rudy, sapaan akrabnya mengatakan bisa dibantu dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembelian pakan dan juga gaji untuk keeper atau pawang dan dokter hewan. Karena meski tutup untuk umum, namun fungsi konservasi harus tetap berjalan. 

“Kalau tutup artinya tidak ada pemasukan, pakan hewan dan gaji keeper dan dokter hewannya bisa diambil dari BTT. Tahun ini untuk BTT kita sudah anggarkan Rp1,9 miliar, jadi aman untuk penyokong pakan satwa di TSTJ,” ucapnya.

Sedangkan untuk nasib karyawan TSTJ lainnya, Rudy mengatakan kemungkinan besar mereka terpaksa dirumahkan. Karena tidak mungkin APBD digunakan untuk menggaji mereka, mengingat statusnya sebagai karyawan BUMD. 

“Kemarin kan buka lagi setelah tiga bulan tutup karena mikirnya gaji pegawai bisa diambil dari BTT, tapi ternyata tidak bisa. Karena dari kajian hukumnya tidak ada kajian untuk menggaji yang tidak ada hubungannya dengan satwa. Ya kemungkinan besar ya dirumahkan, tapi mulai kapan saat ini masih dibicarakan. Kalau penutupan TSTJ-nya sudah per hari ini,” kata Rudy.

Ia pun mengatakan, kemungkinan besar Pemkot hanya bisa membantu karyawan TSTJ yang dirumahkan dengan bantuan logistik berupa sembako. “Ya sesuai dengan misi kita ‘kewane slamet, pegawene isoh ngliwet’ (hewannya selamat, pegawainya bisa masak nasi). Nanti bisa kita bantu logistik untuk yang dirumahkan,” tutupnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 8 =

Back to top button