Kesehatan

Wartawan di Blora Akan Divaksin

BLORA, detakjateng. Bupati Djoko Nugroho didampingi jajaran Forkopimda memimpin rapat koordinasi persiapan vaksinasi tahap II di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (9/2). Wartawan ditargetkan akan menerima vaksin tahap II ini bersamaan TNI Polri dan ASN dan pelayan publik. 

Dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Henny Indriyanti, menyampaikan bahwa rapat hari ini bertujuan untuk mempersiapkan data sasaran vaksin tahap kedua.”Sasaran vaksin tahap kedua yang akan dimulai pada tanggal 22 Februari 2021 adalah ASN, TNI, Polri, Tokoh Agama, Wartawan, Pedagang pasar, dan pelayan publik,”kata Henny.Selanjutnya,

Henny menyampaikan bahwa format pengumpulan data harus segera dibuat dengan data yang lengkap.”Data harus sesuai dengan format pendataan yang akan dibagikan, dan tolong segera diisi lengkap dikirim via email dinkes paling lambat tanggal 11 Februari 2021, data ini nantinya kami rekap dan kami kirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, karena jumlah vaksinnya terbatas dan rebutan,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho memerintahkan kepada peserta rapat untuk segera mendata dan mengirimkan datanya ke Dinas Kesehatan.”Ini sebetulnya hal gampang, tetapi rumit. Oleh sebab itu saya minta semua pelayan publik target sasaran vaksinasi tahap kedua ini untuk didata dan segera kirimkan ke Dinas Kesehatan biar segera ditindaklanjuti, jangan sampai lebih dari tanggal 11 Februari 2021,”tegas Bupati.

Bupati juga menyampaikan kembali bahwa setelah divaksin belum tentu kebal, tetap harus mentaati protokol kesehatan yang ketat.”Dengan vaksinasi sebanyak 2 dosis, insya Allah imun tubuh akan lebih baik tingkat kekebalan 65% sisanya tetep harus dengan protokol kesehatan yang ketat,”pungkasnya. Ketua PWI Blora, Wahono mengatakan, pihaknya mengusulkan semua anggota PWI bisa menerima vaksin. Iapun mendorong agar wartawan menjadi penerima vaksin pertama pada tahap II ini. “Kita ajukan semua anggota PWI bisa menerima vaksin.

Nanti saya akan dorong agar bisa yang pertama divaksin, karena memang pekerjaan wartawan ini riskan tertular Covid -19,” ujarnya. (Ramananda/an) 

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − six =

Back to top button