Kesehatan

37 Santri di Kauman Positif Covid-19, DKK Solo Tracing Kontak Erat

SOLO, detakjateng – Sebanyak 37 santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) yang ada Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo diketahui positif terpapar Covid-19. Satu diantaranya saat ini tengah dirawat di rumah sakit, sedangkan 36 orang lainnya dikarantina di Asrama Haji Donohudan, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, awal mula terungkapnya klaster ponpes tersebut diketahui dari satu orang santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian 18 orang yang diketahui merupakan kontak dekat berinisiatif melakukan rapid antigen sendiri.

“Hasilnya, 18 positif. Dari situ mereka lapor dan kita tindaklanjuti dengan melakukan rapid antigen terhadap 60 orang kontak dekat dari yang 18 positif ini. Hasilnya, 18 positif, sedangkan sisanya negatif,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Balaikota Solo, Rabu (31/3/2021).

Setelah itu, lanjut Ning, panggilan akrabnya, DKK kembali melakukan rapid antigen terhadap 20 santri di kelas lainnya. Hasilnya seluruhnya menunjukkan negatif. Namun, sesuai dengan aturan yang baru, para santri yang hasil rapid antigennya negatif pun dilakukan swab PCR. 

“Yang Sabtu kemarin rapid antigen, hari ini kita swab PCR, sedangkan yang rapid antigen Senin kemarin tiga hari lagi akan kita swab PCR. Karena pedoman yang baru mengharuskan seperti itu, mengingat rapid antigen kemungkinan false negatifnya lebih besar dibandingkan false positif,” katanya. 

Terpisah Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menjelaskan, seluruh santriwati yang terinfeksi Covid-19 itu telah diisolasi di Asrama Haji Donohudan. Dan munculnya klaster ponpes tersebut ditegaskannya tidak akan mempengaruhi persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di kota bengawan. “Ponpes itu punya protap (pendidikan) sendiri. Mirip seperti kos atau dormitory. Jadi bukan seperti sekolah pada umumnya. Yang jelas PPKM mikro ini kami perketat pengawasannya agar tidak muncul klaster lagi,” ujarnya. (Putri/Pt)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + six =

Back to top button